logo BPJS
Rekap Nomor Hotline Service Divisi Regional dan Kantor Cabang BPJS Kesehatan Seluruh Indonesia klik disini #

GRAFIK

KONTAK

BPJS Kesehatan Kantor Pusat
JL Letjen Suprapto Cempaka Putih
PO BOX 1391 JKT 10510
021-4212938 (Hunting)

Tanggal Posting : 10 Jan 2017 08:18:32 Wib

Integrasi Jamkesda ke Dalam JKN-KIS: Gotong Royong dalam Bingkai NKRI

Penulis : Humas | Dibaca : 1773 | Kategori : Berita Umum

JAKARTA (09/01/2017) :  Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan dalam rangka menjalankan amanat UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), terbukti telah memberikan harapan baru bagi seluruh rakyat Indonesia akan adanya kepastian perlindungan atas hak jaminan sosial. Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 28 H Ayat (3) UUD 1945 bahwa setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.

 

Sesuai dengan Undang-Undang SJSN, jaminan kesehatan diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip ekuitas. Jaminan kesehatan diselenggarakan dengan tujuan menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. Ketentuan dalam Undang-Undang SJSN tersebut sejalan dengan Pasal 28H ayat (1) dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945.

 

Pelaksanaan SJSN Bidang Kesehatan, salah satunya dilakukan melalui peningkatan cakupan kepesertaan JKN-KIS melalui pendistribusian Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang merupakan salah satu sasaran pokok yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019 sebagai penjabaran dari Sembilan Agenda Prioritas (Nawacita).

 

“Pemerintah Pusat sudah berkomitmen dan memutuskan untuk memberikan jaminan kesehatan bagi penduduk kurang mampu. Sebanyak kurang lebih 40% dari total 257 juta penduduk Indonesia dibiayai negara. Mereka tergolong sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam program JKN-KIS, dengan besaran iurannya yang dibayarkan negara sebesar Rp 23.000 per orang per bulan atau sekitar Rp25 triliun dari APBN. Sedangkan sisanya adalah penduduk yang iurannya tidak dibiayai pemerintah didorong terus menerus untuk bergabung dengan program JKN-KIS,” kata Direktur Hukum, Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Bayu Wahyudi, dalam Diskusi Media yang digelar di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Senin (09/01).

 

Bayu menegaskan, dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap keberlangsungan program JKN-KIS demi mencapai cakupan semesta atau universal health coverage (UHC) sangatlah strategis. Bentuk dukungan tersebut salah satunya dengan mengintegrasikan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke program JKN-KIS. Integrasi Jamkesda merupakan sinergi penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi penduduk yang didaftarkan oleh pemda dengan skema JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

 

“Sebanyak 433 Pemda telah menunjukkan komitmennya dengan mengintegrasikan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke program JKN-KIS. Dukungan pemda ini meliputi penganggaran APBD, kepesertaan, Peraturan Daerah (Perda), maupun pembangunan infrastruktur pelayanan kesehatan. UU 36 Nomor 2009 tentang Kesehatan mewajibkan pemda mengalokasikan 10% dari APBD untuk sektor kesehatan, sedangkan APBN sebanyak 5%. Besaran anggaran tersebut di antaranya untuk promosi kesehatan masyarakat, pemenuhan fasilitas layanan kesehatan beserta kelengkapannya termasuk dokter,” terangnya.

 

Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo telah menginstruksikan Pemda untuk melaksanakan seluruh kewajibannya terkait program JKN-KIS, termasuk di antaranya meminta Pemda mengintegrasikan program Jamkesdanya ke dalam program JKN-KIS. Berdasarkan Pasal 67 UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, salah satu kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah melaksanakan program strategis nasional.

 

Selain itu kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah menaati seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan serta melaksanakan program strategis nasional. Kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah yang tidak melaksanakan program strategis nasional dikenai sanksi mulai dari sanksi administrative sampai dengan sanksi pemberhentian tetap.

 

Bahwa dalam hal dipandang dana dalam APBD tidak mencukupi untuk mendaftarkan penduduk daerah tersebut sebagai Peserta dalam program jaminan kesehatan, maka pemerintah daerah dapat (1) Menyesuaikan jumlah kepesertaan yang didaftarkan dalam program jaminan kesehatan; (2) Melakukan penyesuaian anggaran: (3) Melakukan validasi dan penyesuaian jumlah kepesertaan yang diusulkan untuk didaftarkan sebagai Penerima Bantuan Iuran (yang ditanggung pemerintah pusat melalui APBN).


File :


Post Terkait

  • Optimalkan Pelayanan ke Peserta, BPJS Kesehatan Teken MoU dengan NHIS Korea Selatan

    Tanggal : 22 Feb 2017 17:18:03 Wib

    DENPASAR (22/02/2017) : Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan siap menjalin sinergi dengan National Health Insurance Service (NHIS) selaku lembaga pengelola jaminan sosial kesehatan di Korea Selatan. Sinergi tersebut diwujudkan melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BPJS Kesehatan dan National Health Insurance Service of South Korea. ...Selengkapnya..


  • BPJS Kesehatan Kembali Gelar Pemeriksaan IVA di Karanganyar

    Tanggal : 22 Feb 2017 17:17:03 Wib

    KARANGANYAR (21/02/2017): Dalam rangka menekan jumlah penderita kanker leher rahim di Indonesia, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE Kabinet Kerja) bersinergi dengan BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan dalam kegiatan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Pada Perempuan melalui Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah (21/02). ...Selengkapnya..


  • JKN-KIS Bawa Dampak Luar Biasa bagi Indonesia

    Tanggal : 20 Feb 2017 09:45:23 Wib

    MEDAN (18/02/2017) : Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang kini telah berjalan lebih dari tiga tahun, terbukti memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam hal pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat memberikan paparan dalam acara Musyawarah Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia di Medan, Sabtu (18/2). ...Selengkapnya..


  • Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Mendeklarasikan Cakupan Peserta Pertama di Provinsi Nusa Tenggara Barat

    Tanggal : 17 Feb 2017 14:47:41 Wib

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Mendeklarasikan Cakupan Peserta Pertama di Provinsi Nusa Tenggara Barat ...Selengkapnya..


  • Tuntas Distribusikan KIS 100% Tahun 2016, BPJS Kesehatan Peroleh Rapor Hijau

    Tanggal : 08 Feb 2017 14:18:29 Wib

    AMBON (08/02/2017) : Lebih dari tiga tahun sudah BPJS Kesehatan hadir memberikan perlindungan finansial melalui jaminan kesehatan terhadap penduduk Indonesia. Sebagai wujud komitmen BPJS Kesehatan menyukseskan implementasi program jaminan kesehatan, tahun 2016 BPJS Kesehatan tuntas mencetak dan mendistribusikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) di seluruh wilayah Indonesia. ...Selengkapnya..



e-Procurement | Webmail | Knowledge Management
Copyright © 2014 by BPJS Kesehatan. All rights reserved.