logo BPJS
Rekap Nomor Hotline Service Divisi Regional dan Kantor Cabang BPJS Kesehatan Seluruh Indonesia klik disini # Buku Panduan Tatalaksana 20 Kasus Non-Spesialistik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama klikdisini #

GRAFIK

KONTAK

BPJS Kesehatan Kantor Pusat
JL Letjen Suprapto Cempaka Putih
PO BOX 1391 JKT 10510
021-4212938 (Hunting)

Tanggal Posting : 20 Feb 2017 09:45:23 Wib

JKN-KIS Bawa Dampak Luar Biasa bagi Indonesia

Penulis : Humas | Dibaca : 2134 | Kategori : Berita Umum

MEDAN (18/02/2017) : Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang kini telah berjalan lebih dari tiga tahun, terbukti memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam hal pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat memberikan paparan dalam acara Musyawarah Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia di Medan, Sabtu (18/2).

 

“Berdasarkan hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI, tahun 2016 secara umum JKN-KIS telah berkontribusi sebesar Rp 152,2 triliun terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang di dalamnya mencakup kontribusi terhadap jasa kesehatan pemerintah tahun 2016 sebesar Rp 57,9 triliun, kontribusi terhadap industri produk farmasi sebesar Rp 10,1 triliun, dan kontribusi terhadap industri makanan dan minuman sebesar Rp 17,2 triliun,” terang Fachmi.

 

Selain itu, Fachmi menambahkan, program JKN-KIS juga berperan menciptakan lapangan kerja bagi 1,45 juta orang, yang terdiri atas 864 ribu orang di sektor jasa kesehatan pemerintah, 27,2 ribu orang di sektor industri produk farmasi, dan 34,1 ribu orang di sektor industri makanan dan minuman. Menurutnya, jika diproyeksikan hingga tahun 2021, maka JKN-KIS memberi kontribusi ekonomi sebesar 289 triliun dan menciptakan lapangan kerja bagi 2,26 juta orang

 

Berdasarkan data un-audited BPJS Kesehatan tahun 2016, terdapat sebanyak 134,9 kunjungan peserta JKN-KIS di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Sementara di tingkat Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan, terdapat 50,4 juta kasus pemanfaatan poliklinik rawat jalan dan 7,6 juta kasus pemanfaatan pelayanan rawat inap di rumah sakit. Jika ditotal, maka terdapat 192,9 juta pemanfaatan JKN-KIS.

 

Menurut Fachmi, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat. Jika Hanya dalam waktu 3 tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 70% dari total penduduk Indonesia. Berdasarkan data dari Population Data CIA Wordl Fact Book (2016) dan Carrin G. and James C. (2005), Jerman membutuhkan waktu lebih dari 120 tahun (85% populasi penduduk), Belgia membutuhkan 118 tahun (100% populasi penduduk), Austria memerlukan waktu 79 tahun (99% populasi penduduk), dan Jepang menghabiskan waktu 36 tahun (100% populasi penduduk).

 

“Hingga 10 Februari 2017, peserta JKN-KIS telah mencapai 174,3 juta jiwa atau hampir 70% dari total penduduk Indonesia. Tidak mudah memang untuk menjalankan amanah yang besar ini. Oleh karena itu, kami berharap tenaga medis, fasilitas kesehatan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan stakeholders lainnya dapat memperkuat sinergi untuk menyukseskan implementasi program JKN-KIS yang mulia ini,” kata Fachmi.

 

Di akhir paparannya, Fachmi berharap ke depannya para mahasiswa calon dokter tak hanya berperan dalam mengobati dan merawat pasien, melainkan juga menjadi  promotor budaya hidup sehat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia serta memberikan edukasi tentang bagaimana upaya merawat diri agar masyarakat yang sehat bisa tetap sehat, melakukan kunjungan rumah (home visit), menyediakan layanan konsultasi medis yang mudah diakses, serta menggencarkan program promotif preventif lainnya.


File :


Post Terkait


e-Procurement | Webmail | Knowledge Management
Copyright © 2014 by BPJS Kesehatan. All rights reserved.