logo BPJS
Rekap Nomor Hotline Service Divisi Regional dan Kantor Cabang BPJS Kesehatan Seluruh Indonesia klik disini # Buku Panduan Tatalaksana 20 Kasus Non-Spesialistik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama klikdisini #

GRAFIK

KONTAK

BPJS Kesehatan Kantor Pusat
JL Letjen Suprapto Cempaka Putih
PO BOX 1391 JKT 10510
021-4212938 (Hunting)

Tanggal Posting : 30 Mar 2017 09:48:47 Wib

Jemput Bola, BPJS Kesehatan Kembali Gelar Pemeriksaan IVA Hingga Pasar-pasar

Penulis : Humas | Dibaca : 1662 | Kategori : Berita Umum

Jemput Bola, BPJS Kesehatan Kembali Gelar Pemeriksaan IVA Hingga Pasar-pasar

Pekanbaru (29/03/2017): Dalam rangka menekan jumlah penderita kanker serviks di Indonesia, Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja bersinergi dengan BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan dalam kegiatan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Pada Perempuan melalui Inspeksi Visual Asam (IVA) di Pasar Limapuluh, Kota Pekanbaru (29/03). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla sekaligus dalam rangka kunjungan kerja beliau ke sejumlah tempat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau. OASE Kabinet Kerja merupakan sebuah perkumpulan para pendamping menteri dan unsur eksekutif lain yang dipimpin oleh Ibu Negara Iriana Jokowi, yang memiliki tiga program untuk mendukung tercapainya Nawacita Presiden Jokowi. Salah satu program yang digalang adalah meningkatkan pelaksanaan pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan di Indonesia mulai tahun 2015 - 2019.

“Pemeriksaan IVA terus kami jangkau sampai ke pasar-pasar seperti saat ini di Pasat Lima Puluh Kota Pekanbaru ini. Sesuai dengan arahan Ibu Negara, bahwa perlu terus dilakukan upaya jemput bola agar semakin banyak ibu-ibu yang mendapatkan kesempatan diperiksa tanpa harus meninggalkan pekerjaannya. Sesuai dengan benefit yang telah ada dalam program JKN-KIS, deteksi dini kanker leher rahim merupakan salah satu bentuk program promotif preventif yang disediakan BPJS Kesehatan bagi peserta JKN-KIS, kata Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Maya A Rusady, saat mendampingi Ibu Iriana Joko Widodo.

Maya menambahkan, deteksi dini kanker serviks masuk dalam skema pembiayaan program JKN-KIS, sehingga peserta JKN-KIS yang ingin melakukan deteksi dini kanker serviks tidak perlu lagi mengeluarkan uang. Sebagai informasi, kanker serviks tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal, oleh karena itu sebaiknya lakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini yang disediakan BPJS Kesehatan. Kanker serviks, tambah Maya umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut, di mana proses pengobatan yang harus dilakukan menjadi lebih sulit dan biaya pengobatannya pun menjadi lebih mahal. Namun dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi. Caranya dengan melakukan deteksi dini dan pemberian vaksinasi.

Menurut Maya, apabila dari hasil pemeriksaan tersebut terdapat peserta JKN-KIS yang positif mengidap kanker serviks, maka ia dapat menjalani perawatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan data peserta BPJS Kesehatan secara nasional di tahun 2016, jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sekitar Rp56,5 miliar, sementara di tingkat rawat inap ada 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp87,1 miliar.

Ditahun 2016, hasil kegiatan deteksi dini untuk  pemeriksaan IVA dan Papsmear yang bekerjasama dengan OASE KK adalah mencapai 71.209 peserta untuk pemeriksaan IVA dan 36.897 untuk pemeriksaan Papsmear. Sementara itu BPJS Kesehatan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan pihak lainnya telah melakukan pemeriksaan IVA kepada 137.465 peserta JKN-KIS dan sebanyak 5.753 orang dengan hasil IVA (+) dan  selanjutnya pasien yang terdeteksi IVA (+) dilakukan tindakan krioterapi di faskes yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Khusus di wilayah kerja Divisi Regional II BPJS Kesehatan (Riau, Sumatera Barat, Kepri dan Jambi), Capaian peserta IVA s.d Februari 2017 adalah  744 peserta dengan hasil IVA (+) 2,96% dari total peserta IVA Divre II. Sedangkan untuk capaian peserta Pap Smear Divisi Regional II s.d Februari 2017 adalah  425 peserta  dengan hasil Pap Smear (+)  adalah 1.1% dari total peserta Pap Smear Divre II. 
Keseriusan pemerintah dalam menekan angka penderita kanker serviks di Indonesia dibuktikan dengan dicanangkannya Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker pada Perempuan yang dirilis tahun lalu. Pada 21 April 2015 silam, gerakan tersebut dilakukan secara serentak di sejumlah puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia, antara lain meliputi Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan DKI Jakarta.

Tak hanya itu, pada 29 Juli 2016 dalam rangka HUT BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan OASE KK, Kementerian Kesehatan dan BKKBN melaksanakan kegiatan Pencanangan Gerakan Promotif Preventif dengan Pemeriksaan IVA dan Papsmear serentak di seluruh Indonesia, tepatnya di 1.558 titik pelayanan pemeriksaan IVA dan Papsmear. Kegiatan itu pun sukses menyabet Rekor MURI sebagai Penyelenggaraan Program Pemeriksaan IVA dan Papsmear dengan Jumlah Titik Layanan Terbanyak  dan Serentak di Indonesia.

File :


Post Terkait


e-Procurement | Webmail | Knowledge Management
Copyright © 2014 by BPJS Kesehatan. All rights reserved.