JKN-KIS Cegah Masyarakat Jatuh Miskin Akibat Penyakit ‘Mahal’

Penulis : Humas Dibaca : 399 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 09 Oct 2017 08:14:45
JAKARTA (07/10/2017) : Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia (JKN-KIS) yang hampir genap empat tahun dikelola BPJS Kesehatan, terbukti mampu menghindarkan masyarakat dari risiko jatuh miskin akibat membayar biaya pelayanan kesehatan penyakit-penyakit berbudget besar, seperti penyakit jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, dan sebagainya.

“Mari kita bayangkan, sekali operasi jantung bisa habis Rp 150 jutaan. Cuci darah dua kali seminggu bisa habis Rp 8 jutaan dan harus dilakukan seumur hidup. Sama halnya seperti penyandang thalassemia dan hemofilia yang bergantung pada ampul yang harga satuannya mencapai jutaan rupiah. Mungkin pada awalnya, kalangan masyarakat yang mampu masih bisa menanggung biayanya. Tapi lama-kelamaan bisa habis pula uang yang dimiliki untuk membiayai penyakit-penyakit katastropik seperti itu,” terang Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris dalam acara 1st Sriwijaya University International Conference of Public Health bertema Public Health Responses to Health System Strengthening.

Menurut Fachmi, hingga semester I tahun 2017, biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik telah mencapai Rp 12,7 triliun atau 24,81% dari total biaya rumah sakit. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan juga fokus untuk menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat melalui berbagai program promotif preventif yang dilaksanakan. Sementara bagi masyarakat yang berisiko menderita penyakit katastropik seperti diabetes melitus dan hipertensi, dapat mengelola risiko tersebut melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang juga merupakan bagian dari upaya promotif preventif BPJS Kesehatan.

“Berbagai penyakit katastropik tersebut sangat bisa dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Kesehatan menjadi salah satu pilar yang menentukan kemajuan suatu bangsa, sebab kesehatan mempengaruhi produktivitas masyarakat. Ke depannya kami berharap kesadaran masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat dapat meningkat dari waktu ke waktu,” kata Fachmi.                        


File :