Catat! Operasi Jantung Satu Pasien JKN-KIS Dibiayai 5.883 Peserta yang Sehat

Penulis : Humas Dibaca : 701 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 06 Dec 2017 13:49:20
Yogyakarta (05/12/2017) : Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terbukti telah mengalirkan manfaat bagi jutaan penduduk Indonesia. Akses untuk memperoleh jaminan kesehatan pun terbuka lebar. Agar program ini terus sustain, kesadaran masyarakat perlu digenjot. Pasalnya, masih ada sebagian orang yang mendaftar dan membayar iuran JKN-KIS hanya pada sakit.
 
“Seorang pasien JKN-KIS yang menjalani operasi jantung bisa menghabiskan biaya hingga Rp 150 juta. Itu berarti, butuh sekitar 5.883 peserta JKN-KIS kelas III yang sehat untuk membiayai satu orang pasien tersebut. Padahal kita tahu bahwa yang sakit jantung bukan hanya satu orang. Bahkan di satu hari, ada banyak pasien yang dioperasi jantung. Kalau hanya bayar iuran pada saat sakit atau butuh pelayanan kesehatan saja, dari mana uang untuk membiayainya?” tutur Direktur Kepatuhan, Hukum, dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi dalam acara Bedah Buku Jokowinomics di Yogyakarta.

Menurut Bayu, perilaku adverse selection tersebut bisa berefek serius pada keberlangsungan program JKN-KIS. Sesuai dengan prinsip gotong royong yang diemban BPJS Kesehatan, iuran peserta yang sehat digunakan untuk membayar biaya pelayanan kesehatan peserta yang sakit. Artinya, jumlah peserta yang sehat harus jauh lebih banyak dari peserta yang sakit.

“Pemerintah sudah banyak berkontribusi mendaftarkan masyarakat yang kurang mampu ke dalam program JKN-KIS sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), baik PBI APBN yang dibiayai pemerintah pusat, maupun PBI APBD yang ditanggung pemerintah daerah. Sebagai warga negara yang baik, kita juga harus ambil bagian dalam gotong royong besar ini. Bagaimanapun juga, keberlangsungan program JKN-KIS ada di tangan kita,” kata Bayu.

File :