Optimalkan Pelayanan Peserta JKN-KIS, RS Pusat Pertamina Siap Buka Poliklinik Kartu Indonesia Sehat

Penulis : Humas Dibaca : 3535 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 05 Jan 2018 06:24:05
JAKARTA (04/01/2018) : Dengan meningkatnya jumlah peserta JKN-KIS dari waktu ke waktu, fasilitas kesehatan mau tak mau harus mengembangkan berbagai terobosan untuk menjaga atau bahkan meningkatkan kepuasan pasien JKN-KIS. Pasalnya, kepuasan pasien menjadi salah satu kunci keberhasilan fasilitas kesehatan untuk survive di era JKN-KIS. Salah satu inovasi tersebut diwujudkan oleh RS Pusat Pertamina dengan menghadirkan poliklinik khusus bernama Poliklinik Kartu Indonesia Sehat.

Poliklinik Kartu Indonesia Sehat merupakan bagian dari RS Pusat Pertamina yang dibuka khusus untuk melayani peserta JKN-KIS. Dengan ketersediaan tenaga medis sebanyak 114 dokter dan tempat tidur sejumlah 357 bed poliklinik tersebut ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan peserta JKN-KIS yang akan menjalani rawat jalan maupun yang dirawat inap.

"Kepuasan dan kenyamanan peserta JKN-KIS dalam memperoleh layanan kesehatan, selalu jadi prioritas kita bersama. Dengan penambahan fasilitas ini, antrian dapat diperpendek, waktu pelayanan jadi lebih cepat, dan pasien tertangani dengan maksimal. Otomatis ke depannya kepuasan peserta JKN-KIS pun akan meningkat secara signifikan," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat meninjau langsung Poliklinik Kartu Indonesia Sehat, didampingi oleh Direktur Utama Pertamedika IHC Dany Amrul Ichdan, Kamis (04/01).

Meski belum diresmikan, Poliklinik Kartu Indonesia Sehat telah beroperasi dan melayani sekitar 517 peserta JKN-KIS. Sejak beroperasi, peserta JKN-KIS yang dirawat jalan di Poliklinik Kartu Indonesia Sehat mencapai 413 orang, sementara pasien JKN-KIS yang dirawat inap mencapai 104 orang.

"Harapan kami, kehadiran Poliklinik Kartu Indonesia Sehat ini mampu menginspirasi rumah sakit lainnya untuk menciptakan fasilitas serupa atau inovasi lainnya, sehingga makin banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan maksimal," ujar Fachmi.

File :