BPJS Kesehatan Ajak BMOIWI Edukasi Masyarakat tentang JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 822 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 05 Mar 2018 00:00:00
JAKARTA (05/03/2018) : Sebagai upaya mengedukasi masyarakat mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan terus menggencarkan kerja sama dengan berbagai pihak. Pasalnya, diperlukan kontribusi berbagai elemen masyarakat agar informasi mengenai hak, kewajiban, hingga prosedur pelayanan kesehatan peserta JKN-KIS dipahami betul oleh seluruh penduduk Indonesia.

“Kami akan sangat senang kalau Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) bisa mengedukasi seluruh masyarakat agar lebih memahami bahwa program JKN-KIS ini memang penting, namun pola hidup sehat jauh lebih penting. Kami berharap BMOIWI,” ujar Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari saat melakukan audiensi dengan BMOIWI di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Senin (05/03).

Andayani mengungkapkan, BMOIWI dapat menjadi media yang tepat untuk mengedukasi ibu-ibu mengenai pentingnya partisipasi seluruh masyarakat dalam program JKN-KIS. Melalui pendekatan sederhana secara word of mouth, diharapkan BMOIWI mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk turut serta menjadi bagian dari gotong royong besar JKN-KIS dengan menjadi peserta JKN-KIS dan membayar iuran tepat waktu.

Dalam kesempatan ini, Andayani juga menjelaskan mengenai Program Donasi, yakni program yang melibatkan partisipasi masyarakat secara perorangan, Badan Usaha, atau lembaga lain, yang bertujuan untuk mewujudkan kepedulian masyarakat di lingkungannya melalui kontribusi pendaftaran keluarga yang membutuhkan bantuan untuk didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS.

“Program Donasi JKN-KIS merupakan wujud dari prinsip gotong dan kepedulian kepada sesama demi terwujudnya Indonesia yang lebih sehat,” tandas Andayani.

Sebagai informasi, sampai dengan 23 Februari 2018, jumlah peserta JKN-KIS sudah mencapai 193.144.982 jiwa atau lebih dari 74% dari total penduduk Indonesia. Dalam hal memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan sudah bekerja sama dengan 21.829 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, Dokter Praktek Perorangan, Klinik Pratama, RS Kelas D dan Dokter Gigi), 2.332 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (Rumah Sakit dan Klinik Utama), serta 2.670 fasilitas kesehatan penunjang seperti apotek dan optik yang tersebar di seluruh Indonesia.

File :