Bayar JKN-KIS Pakai Sampah

Penulis : Humas Dibaca : 729 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 08 May 2018 00:00:00
Lamongan (08/05/2018) : Jika di Kota Surabaya, naik bus keliling selama dua jam bisa bayar menggunakan sampah plastik, beda dengan di Lamongan. Pemerintah Desa Sidorejo Kecamatan Lamongan berinisiatif agar semua warganya bisa ter-cover Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Caranya, menggunakan sampah untuk membayar iuran Program JKN-KIS. Peluncuran program Bank Sampah untuk membayar iuran Program JKN ini dilakukan Bupati Fadeli di Desa Sidorejo, bersamaan dengan program Lamongan Green and Clean (LGC) 2018, Minggu (29/04).

"Ini adalah salah satu bagian dari terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2019 mendatang, dimana seluruh masyarakat Kabupaten Lamongan 100 persen memiliki JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan," kata Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan.

Menurutnya, Bank Sampah untuk iuran JKN-KIS ini akan diperluas ke seluruh bank sampah yang ada. Saat ini terdapat 900 unit bank sampah di Lamongan dan ditargetkan bisa menjadi 1.000 unit di akhir 2018. Secara teknis, setiap kali warga mengirimkan sampahnya ke bank sampah, hasil perolehannya akan di-autodebet-kan untuk pembayaran iuran JKN-KIS. Peningkatan jumlah unit bank sampah ini juga menjadi bagian untuk pencapaian pengelolaan sampah dengan reduce, reuse dan recycle (3R) menjadi 50% untuk kawasan kota dan 20,5% di seluruh kabupaten.

"Saat ini capaian 3R Lamongan di kawasan kota sebesar 48,5 persen dan 19,9 persen di seluruh kabupaten. Sebanyak 17.251 kader lingkungan akan menjadi bagian untuk menyukseskan program ini," ucap Agus.

Sementara itu, komitmen untuk penuntasan target UHC itu oleh Bupati Fadeli sudah diperintahkan agar ditindaklanjuti di level kecamatan. Seperti Kecamatan Lamongan yang memulai melakukan komitmen penuntasan bersama kades, luran dan setempat. Menurut Camat Lamongan Etik Sulistyani, baru 73,7 persen penduduk Kecamatan Lamongan yang terlindungi JKN-KIS.

"Dari 67.552 jiwa penduduk Kecamatan Lamongan, sebanyak 49.818 jiwa yang sudah ter-cover JKN-KIS, dan sisanya 17.734 jiwa atau 26,25% belum. Rinciannya, dari 17.734 jiwa yang belum ter-cover JKN-KIS, 14.301 jiwa di antaranya bisa dengan pembiayaan mandiri karena termasuk yang mampu. Sedangkan sisanya sebanyak 3.434 jiwa kurang mampu," tutur Etik.

Selain itu Kepala BPJS Kesehatan Kantor Kabupaten Lamongan, Elly Yuliani yang juga hadir dalam acara tersebut sangat menyambut baik apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan.

“Ini merupakan bentuk komitmen nyata dari Pemerintah Kabupaten Lamongan terhadap JKN-KIS agar masyarakatnya dapat memiliki perlindungan jaminan kesehatan,” tutupnya.

File :