Kekuatan Gotong Royong Bantu Cornel Operasi Katup Jantung

Penulis : Humas Dibaca : 119 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 09 May 2018 00:00:00
Tarakan (09/05/2018) : Cornel Fany Yudianto merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang tinggal di Kota Tarakan. Sejak tahun 2013, ia menderita sakit jantung. Cornel, sapaan akrabnya, mengaku awalnya hanya memiliki kartu asuransi swasta selama ini, karena pada saat itu belum ada asuransi lain yang dapat membantu dalam meng-cover sakit jantungnya.

“Dulu sebelum ada JKN-KIS, tidak ada asuransi swasta yang mau menanggung penyakit jantung saya sampai operasi. Jadi ya selama itu saya cuma minum obat saja," tuturnya.

Dengan hadirnya BPJS Kesehatan pada tahun 2014, Cornel lantas beralih menjadi peserta JKN-KIS. Ia juga mendaftarkan seluruh keluarganya menjadi peserta JKN-KIS. Dulu orang tua Cornel menyuruh dirinya saja yang didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS karena hanya Cornel yang sakit.

"Saya menjelaskan kepada orang tua saya, bahwa sakit bisa datang kapan saja. Bisa saja waktu itu hanya saya yang sakit, tapi siapa yang bisa menjamin semua anggota keluarga akan selalu sehat? Akhirnya setelah diberi pengertian, orang tua saya pun memahami kalau setiap orang harus terlindungi jaminan kesehatan, walaupun memang saat itu masih sehat," kata Cornel.

Tak sampai di situ, perjuangan Cornel melawan sakit jantung yang dideritanya belum usai. Ia  pernah collapse dan dilarikan ke IGD.  Setelah mendapat tindakan operasi katup jantung, ia pun menjalani rawat inap di rumah sakit. Semua pelayanan tersebut tidak dipungut biaya sepeser pun oleh pihak rumah sakit. Dulu sebelum operasi, Cornel mengatakan bahwa untuk jalan saja nafasnya sudah terengah-engah dan tidak pernah kuat naik tangga, tapi tetap harus bekerja. Sekarang setelah operasi, ia sudah bisa naik tangga, bahkan sudah bisa naik motor sendiri dan nyaman bekerja.

“Saya takjub pada saat itu. Saya masuk cuma bawa kartu JKN-KIS, keluar juga tinggal bawa pulang kartu saja. Nah kalau tidak perlu bayar biaya apapun, berarti biaya pelayanan kesehatan dan operasi saya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Di situ baru saya paham, jadi begini yang dimaksud gotong royong besar itu. iuran peserta JKN-KIS seluruh Indonesia telah menyelamatkan nyawa saya,” ungkap Cornel.

Cornel pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta JKN-KIS karena iuran ibu bapak yang telah membantunya untuk berobat.

"Harapan saya supaya semakin banyak peserta mandiri JKN-KIS yang bayar rutin iurannya. Supaya bisa bantu banyak orang yang harus operasi, seperti saya. Lalu semoga program JKN-KIS ini bisa terus berlangsung untuk membantu banyak orang, mungkin cucu atau cicit kita nanti. Dan semoga juga, peserta JKN-KIS lainnya juga mempunyai pandangan dan pemikiran yang sama soal iuran JKN-KIS yang dibayarkan setiap bulannya,” ucapnya.

File :