Kini Sri Bisa Memanfaatkan Rujukan Online Dengan Mudah

Penulis : Humas Dibaca : 554 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 02 Oct 2018 08:41:24

Soreang (02/10/2018) - Di era yang serba harus cepat ini keinginan masyarakat untuk memperoleh akses mudah dan cepat pun harus terakomodir dengan baik. Hal ini mendorong BPJS Kesehatan mengembangkan sistem berbasis teknologi, yakni dengan meluncurkan sebuah inovasi  berupa sistem rujukan online.

 

Dengan diluncurkannya sistem rujukan online, pelayanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) diharapkan dapat mempermudah peserta dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan pasien, serta  memberikan kemudahan bagi fasilitas kesehatan dalam memberikan layanan.

 

Salah satu Peserta JKN-KIS yang merasakan manfaat dari sistem rujukan online ini adalah Sri Wedari (35) yang saat itu sedang berobat ke Klinik Ratnasari Sehat dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat ia terdaftar, Jumat (28/09).

 

“Saya baru tahu ada sistem rujukan online ini dari berita-berita yang saya dengar, dan kini ternyata saya merasakan manfaatnya secara langsung.” ungkap Sri.

 

Kemudahan yang dirasakan ketika ia berobat adalah ketika ia dirujuk ke rumah sakit yang dekat dengan rumah, padahal  sebelumnya rujukannya cukup jauh dari rumah saya. “Selama rumah sakit terdekat bisa menangani kenapa harus yang jauh, yang penting kan dokter tersedia dan kompeten dalam memberi pelayanan lesehatan”, ucap Sri yang menderita sakit ginjal.

 

Sri juga menambahkan bahwa pelayanan yang diterima di rumah sakit menjadi lebih cepat dengan adanya rujukan online.

 

“Dengan diterapkannya sistem rujukan online ini, saya merasa lebih nyaman dan pelayanan yang saya dapat menjadi lebih cepat serta tidak perlu mengantri lama untuk masuk rumah sakit,” tambahnya.

 

Dengan diterapkannya sistem rujukan online, tidak hanya memberikan kemudahan bagi peserta JKN-KIS, namun juga memberikan kemudahan bagi fasilitas kesehatan di antaranya dapat membantu fasilitas kesehatan untuk melakukan rujukan sesuai dengan kompetensi dan sarana prasarana yang dibutuhkan, sehingga dapat mengurangi kemungkinan adanya rujukan berulang bagi peserta akibat tidak adanya sarana dan SDM yang dibutuhkan. (BS/ir)


File :