Sistem Rujukan Online Tak Kurangi Manfaat Buat Peserta JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 2359 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 02 Oct 2018 08:43:49

Jakarta (02/10/2018) - Belakangan ini, BPJS Kesehatan menerima sejumlah pertanyaan sehubungan dengan beredarnya informasi di jejaring dan media sosial bahwa pasien tidak dapat memilih rumah sakit yang dituju karena telah ditentukan oleh aplikasi BPJS Kesehatan. Menanggapi tersebut, BPJS Kesehatan pun memastikan bahwa sistem rujukan online sama sekali tak mengurangi manfaat yang diterima oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

 

"Pada dasarnya sistem rujukan BPJS Kesehatan tidak berubah. Justru peserta akan mendapatkan pelayanan yang tepat dan berkualitas karena sesuai dengan kompetensi yang dimiliki pemberi pelayanan kesehatan," kata Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf.

 

Sistem rujukan online adalah jawaban bagi terwujudnya kemudahan dan kepastian peserta dalam memperoleh layanan di rumah sakit disesuaikan dengan kompetensi, jarak dan kapasitas rumah sakit tujuan rujukan berdasarkan kebutuhan medis pasien. 

 

Iqbal menjelaskan rujukan online diterapkan karena faktanya ada beberapa kondisi yang mendasari.

Pertama jumlah rumah sakit saat ini terbatas serta penyebarannya tidak merata. Begitu pun dengan kompetensi setiap rumah sakit tidak sama misalnya jumlah dokter spesialis dan sarana prasarana tidak sama. Sementara tantangannya, Program JKN-KIS harus memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta sesuai kebutuhan medis berdasarkan fasilitas kesehatan yang tersedia.

 

Dalam sistem rujukan online, peserta akan dirujuk ke fasilitas kesehatan sesuai dengan kompetensi pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Peserta tetap dirujuk ke dokter spesialis. Jadi jangan khawatir. Dalam kasus tertentu bisa langsung ke dokter sub spesialis di rumah sakit di kelas yang lebih tinggi.

 

“Rujukan tidak kaku, misalnya ada peserta yang membutuhkan pelayanan medis di rumah sakit yang kompetensinya lebih tinggi maka bisa dirujuk langsung ke rumah sakit kelas B atau bahkan kelas A,” papar Iqbal.

Iqbal menjelaskan manfaat rujukan online baik bagi peserta maupun fasilitas kesehatan.

 

Bagi peserta JKN-KIS,  rujukan online dapat membantu peserta mendapatkan kepastian waktu pelayanan dengan kompetensi dan radius terdekat. Selain itu dapat meminimalisir adanya rujukan berulang kepada peserta dengan alasan tidak adanya SDM dan sarana yang dibutuhkan. Rujukan online juga dapat mengurai antrean yang menumpuk pada fasilitas kesehatan penerima rujukan dengan memberikan beberapa opsi tujuan kepada peserta.

 

"Bagi fasilitas kesehatan khususnya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), rujukan online dapat membantu FKTP dalam melakukan rujukan yang tepat sesuai dengan kompetensi dan sarana prasarana yang dibutuhkan serta mengurai antrean yang menumpuk pada fasilitas kesehatan penerima rujukan," kata Iqbal.

 

Selain itu, sistem rujukan online ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi di fasilitas kesehatan. Nilai plusnya, rujukan online bersifat real time dari FKTP ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) serta menggunakan digital documentation. 

 

Data dari P-Care di FKTP langsung terkoneksi ke FKRTL sehingga memudahkan analisis data calon pasien. Selain itu, dengan sistem rujukan online meminimalisir kemungkinan kendala yang terjadi akibat pasien lupa membawa surat rujukan.

 

Iqbal mengungkapkan momentum ini diharapkan didukung oleh seluruh pihak. BPJS Kesehatan siap menerima masukan konstruktif dan solutif apabila terdapat hal yang masih perlu ada perbaikan. Saat ini fasilitas kesehatan mitra kerja BPJS Kesehatan sudah proaktif dalam mengisi kompetensi dan kapasitas rumah sakit melalui aplikasi Health Facilities Information System (HFIS).

 

Ujicoba sistem rujukan online ini diperpanjang sampai dengan 15 Oktober 2018 dan di masa ujicoba tersebut paralel dilakukan berbagai penyempurnaan program agar saat implementasi nantinya dapat berjalan dengan lancar.


File :