Rujukan Online Semakin Mempermudah Pasien Kami

Penulis : Humas Dibaca : 869 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 07 Oct 2018 00:00:00

“Dengan rujukan online, pasien bisa mengetahui tanggal berlaku rujukan dan jadwal praktek dokter, hal ini sangat mempermudah pasien.”

 

Cikarang (07/10/2018) - Menjadi tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan milik Pemerintah membuat Nur Aini atau yang akrab disapa Nur paham dengan berbagai peraturan dan perubahan-perubahan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS, termasuk sistem rujukan online yang saat ini sedang dalam tahap uji coba.

 

Sistem rujukan online adalah digitalisasi proses rujukan berjenjang untuk kemudahan dan kepastian peserta dalam memperoleh layanan di rumah sakit disesuaikan dengan kompetensi, jarak, dan kapasitas rumah sakit tujuan rujukan berdasarkan kebutuhan medis pasien.

 

Bagi peserta JKN-KIS, rujukan online ini dapat membantu peserta mendapatkan pelayanan dengan kompetensi yang dibutuhkan dengan jarak yang terjangkau. Selain itu, peserta juga mendapatkan fasilitas kesehatan penerima rujukan yang sesuai dengan kompetensi dan pemenuhan sarana prasarana yang dibutuhkan. Antrian yang menumpuk pada fasilitas kesehatan penerima rujukan pun akan terurai dengan memberikan beberapa opsi tujuan kepada peserta.

 

“Sekarang dengan rujukan online, tanggal berlaku rujukan sudah tertera di rujukan. Jadi mempermudah pasien untuk tahu masa berlaku rujukannya. Sebelumnya, kadang ada beberapa pasien yang setelah dijelaskan saat dirujuk, lupa dan datang kembali ke Faskes untuk meminta rujukan baru, padahal rujukan sebelumnya masih berlaku," ujar Nur.

 

Peserta juga dapat memilih rencana berkunjung ke FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut) dalam tujuh (7) hari sejak tanggal pelayanan peserta di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama).

 

“Selain itu, jadwal praktek dokter Faskes penerima rujukan juga sudah tertera di aplikasi, sehingga mempermudah pasien untuk tahu kapan poli tujuannya dapat memberikan pelayanan. Dengan begitu, kemungkinan pasien harus bolak-balik karena dokternya tidak ada jadwal praktek akan berkurang,” Ujar Nur.

 

Mungkin akan ada ketidaknyamanan dalam tahap awal penerapannya. Dengan masukan dan saran dari peserta dan fasilitas kesehatan pemberi layanan dalam tahap uji coba ini, diharapkan implementasi rujukan online ini sesuai dengan harapan dan semakin meingkatkan pelayanan kepada peserta JKN-KIS dan juga mempermudah Faskes dalam memberikan pelayanan.

 

“Memang dalam pelaksanaannya, kadang ada kendala di sistem saat membuat rujukan online tentunya. Kami akan terus mengkomunikasikan dengan pihak BPJS Kesehatan untuk terus memperbaharui dan meningkatkan sistemnya. Kami harap program ini dapat berjalan semakin baik lagi dan semakin mempermudah peserta dalam mendapatkan pelayanan dan faskes dalam memberikan pelayanan,” ujar Nur. (HK/nf)


File :