Big Data Analytics Bantu Muluskan Implementasi Program Jaminan Kesehatan

Penulis : Humas Dibaca : 308 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 07 Nov 2018 16:11:58

Yogyakarta (07/11/2018) - Perkembangan implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan kian dilirik negara-negara maju. Sebagai pengelola jaminan kesehatan terbesar di dunia, BPJS Kesehatan terbilang sudah familiar dengan kehadiran big data yang membantu mengoptimalkan penyelenggaraan Program JKN-KIS.

Big data analytics ini telah membuka era baru untuk meningkatkan layanan dan menyelesaikan masalah di bidang kesehatan. Banyak institusi pelayanan kesehatan dan berbagai negara yang telah melakukan ujicoba pemanfaatan big data analytics, serta berhasil memecahkan masalah dasar dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan. Seperti mengurangi re-admisi, meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan, serta meningkatkan mutu pelayanan,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris dalam acara seminar internasional bertema Big Data Analysis for Improving Health Policy, Rabu (07/11).

Meski demikian, lanjut Fachmi, ada sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan secara matang dalam menggunakan big data analytics untuk pelayanan kesehatan. Menurutnya, big data harus disiapkan secara sistematis dan dan berkualitas baik. Hasilnya pun harus dikaji oleh para pakar dengan keahlian profesi yang bervariasi sehingga dapat menciptakan kesatuan pemahaman yang komprehensif.

Pada kesempatan itu, Fachmi menyambut hangat kehadiran para pembicara dari The National Health Service (NHS) England, National Health Insurance Service (NHIS) South Korea, dan National Health Insurance Scheme (NHIS) Ghana.

Di Inggris, utilisasi big data telah dikembangkan NHS menjadi lebih kompleks dalam sebuah machine learning yang melibatkan peran serta pasien, praktisi, peneliti, fasilitas kesehatan, hingga pembuat kebijakan.

"Sejak tahun 2000, NHIS menghimpun setidaknya 3,4 triliun data yang mencakup nama, alamat, pendapatan, aset, riwayat medis, dan informasi lainnya yang diperoleh dari kantor layanan pajak, kementerian, penyedia layanan bagi pensiunan, hingga lembaga yang menaungi kesejahteraan pekerja," ujar Director of International Relations and Corporation NHIS South Korea Inseok Yang, salah satu pembicara dalam seminar tersebut.

Sementara di Ghana, big data dimanfaatkan oleh NHIS Ghana salah satunya dalam upaya pengendalian tuberkulosis. Pemanfaatan big data tersebut antara lain untuk mengukur secara klinis efektivitas intervensi, manajemen pengadaan obat, beban penyakit, audit klinis, dan sebagainya.

“Kami harapkan, seminar ini dapat memberikan ruang untuk bertukar gagasan dan menggali lebih dalam optimalisasi big data untuk penyelenggaraan program jaminan sosial di masing-masing negara,” kata Fachmi.

Sampai dengan 1 November 2018, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 205.071.003 jiwa atau hampir mencakup 80% total populasi Indonesia. Sementara dalam hal memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.914 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 2.456 rumah sakit (termasuk di dalamnya klinik utama) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.


File :