Lebih Baik Tidak Beli Ikan Ketimbang Tidak Bayar Iuran JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 713 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 25 Nov 2018 00:00:00

Tolitoli (25/11/2018) - Perlindungan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah dirasakan oleh Hadra Mustafa (49). Perempuan yang sehari-harinya berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS kelas 1 sejak tahun 2016 lalu.

 

“Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan adalah program yang sangat bagus. Bagi yang belum tahu atau merasakan sendiri, mungkin sering mengatakan masih ada biaya pelayanan kesehatan yang harus dibayar sendiri oleh peserta, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Buktinya, ketika saya berobat memakai kartu KIS, tidak sepeserpun uang saya keluarkan,” tegas Hadra yang juga memiliki usaha rumahan menjual handbody dan lulur racikan ini.

 

Ia menceritakan, keluarganya yang berada di Makassar telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dan telah menggunakan kartunya untuk berobat dengan penyakit jantung yang dideritanya. Biaya perawatan untuk penderita Jantung tidaklah murah dan membutuhkan dana yang cukup besar untuk pengobatannya dan itu bisa sampai puluhan juta.

 

“Iuran yang dibayarkan tiap bulan tidak sebanding dengan manfaat pelayanan kesehatan yang diterima oleh peserta. Apa jadinya kalau tidak ada JKN-KIS? Pasti banyak orang yang tidak bisa berobat untuk mengobati penyakit yang biayanya tinggi," ujar Hadra.

 

Ia memahami, untuk peserta yang terdaftar baik sebagai PPU, PBPU maupun PBI mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama kecuali yang membedakan penempatan kamar pada Rumah Sakit sesuai dengan hak kelas rawat yang diambil.

 

Hadra menambahkan, baginya Program JKN-KIS merupakan program yang bertujuan untuk memberikan kepastian perlindungan kesehatan untuk seluruh penduduk Indonesia. Peserta yang telah terdaftar dalam program JKN-KIS memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Khusus untuk peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)  berkewajiban untuk membayar iuran setiap bulannya sedangkan untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dibayarkan oleh pemerintah.

 

“Saya selalu rutin membayar iuran dan tidak pernah terlewat melakukan pembayaran. Saya juga termasuk jarang memanfaatkan kartu JKN-KIS, tetapi saya tetap rutin membayar karena iuran yang saya bayarkan dapat membantu orang lain. Buat saya, lebih baik tidak membeli ikan daripada tidak membayar iuran," tutupnya. (FC/vm)


File :