Khumairah, Si Kecil yang Tegar Melawan Leukemia

Penulis : Humas Dibaca : 468 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 16 Jan 2019 09:45:55

Watampone (16/01/2019) - Hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan anugerah besar bagi pasangan Asmar (32) dan Istri, Nursang (34). Program ini membuka harapan mereka untuk mendapatkan kembali kesembuhan anak pertamanya Khumairah (5) yang didiagnosa menderita penyakit leukemia.

 

Khumairah Saputri divonis menderita leukemia sejak Januari 2017 silam. Saat itu Khumairah dirujuk dari RSUD Lamadukkelleng Kabupaten Wajo ke RSUP Wahidin Sudiro Husodo di Makassar untuk menjalani kemoterapi. Sejak saat itu Khumairah rutin menjalani pengobatan di Rumah Sakit.

 

Sebelum sakit, Khumairah adalah seorang anak yang aktif dan ceria. Menurut pengakuan orang tuanya dia selalu terlihat ceria ketika bermain dengan keluarga dan teman-temannya. Akan tetapi, setelah orang tuanya mengetahui kalau Khumairah sakit, orang tuanya menjadi lebih protektif, apalagi jika Khumairah harus pergi bermain ke luar rumah meskipun hanya ke rumah tetangga sebelah.

 

“Pertama kali, khumairah dikemoterapi dan beberapa kali menjalani pengobatan di RS Wahidin Makassar. Setelah itu kami berobat di RS Unhas Makassar. Dan sampai saat ini anak saya sudah menjalani kemoterapi sebanyak tiga kali, serta beberapa kali melakukan pengobatan lain,” ungkap Nursang

 

Meskipun usianya masih sangat belia, Khumairah termasuk anak yang tegar dan pemberani, dia tidak pernah menolak apabila diajak oleh orang tuanya untuk berobat dan dengan sabar menjalani semua pengobatan yang harus dilaluinya.

 

Asmar dan keluarga terdaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Kabupaten Wajo dengan hak perawatan kelas tiga. Dia mendaftarkan diri dan keluarganya pada BPJS Kesehatan pada tahun 2015. Sejak saat pertama mendaftar Asmar rutin membayar iuran untuk dirinya dan keluarganya.

 

“Saya sekeluarga telah terdaftar program JKN-KIS sebelum mengetahui kalau Khumairah sakit, kalau tidak salah kami mendaftar pada pertengahan tahun 2015. Tujuan awalnya tentu untuk melindungi keluarga saya jika sewaktu-waktu sakit, selain itu juga sekalian untuk saling membantu dengan peserta lain karena kan program ini sifatnya gotong royong untuk membantu peserta lain yang sedang sakit. Namun ternyata tidak disangka-sangka malah anak saya yang sakit, untungnya kami sudah jadi Peserta JKN-KIS. Jadi saya pribadi sangat berterima kasih kepada peserta JKN-KIS lain yang sehat dan membayar iuran karena secara tidak langsung telah berpartisipasi membantu biaya pengobatan anak kami. Semoga Khumairah dapat segera sembuh dari penyakitnya,” ujar Asmar.

 

Menutup pembicaraan Asmar berpesan agar masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS dapat segera mendaftar dan membayar iuran, supaya hidup lebih tenang karena sudah memiliki perlindungan kesehatan untuk keluarga, dan tentunya dapat membantu peserta lain yang sedang sakit seperti anaknya melalui iuran yang dibayarkan. (NC/rw)



File :