Tak Mampu Menahan Haru Karena JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 424 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 21 Jan 2019 09:09:25

 “Begitu mulia sekali program JKN-KIS mau menjamin masyarakat kecil seperti saya. Terima kasih JKN-KIS, saya sungguh terharu dan  tak henti-hentinya bersyukur orang kecil seperti saya diperhatikan sama pemerintah,

Jakarta Utara, Jamkesnews - Alimah, seorang warga Semper Barat harus menerima kenyataan bahwa dirinya harus melakukan cuci darah 2 kali seminggu. Selama ini dirinya memang mempunyai riwayat penyakit darah tinggi. Tetapi gagal ginjal akut dan hidupnya bergantung pada cuci darah adalah kenyataan menakutkan baginya.

 

“Perut saya waktu itu sakit-sakitan tapi enggak pernah saya periksakan, saya pikir itu sakit perut biasa. Terus kalau mau cek ke dokter juga ya gimana, buat makan aja pas-pasan, takutlah kalau nanti biayanya besar, saya enggak punya uang,” cerita Alimah, Rabu (16/01)

 

Selain memang takut akan biaya yang akan dikeluarkan, Alimah mempunyai ketakutan sendiri terhadap rumah sakit. Ternyata dirinya takut akan jarum, bahkan saat melahirkan ke delapan anaknya, dirinya tidak bersalin di rumah sakit, melainkan di dukun kampung.

 

Sementara itu adik Alimah yang juga seorang Ketua RT merasa kasihan dengan kakaknya  yang sering sakit perut namun tidak bisa berobat karena tidak mempunyai biaya. Singkat cerita setelah menjalani proses pendaftaran sesuai prosedur yang berlaku, akhirnya Alimah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS segmen PBI APBD.

 

Hingga pada suatu hari Alimah merasakan sakit perut yang luar biasa. “Suatu hari saya merasakan sakit perut yang luar biasa dan membuat seluruh badan saya gemetar, kaki juga tidak bisa digerakkan karena kesemutan. Adik saya terus memaksa menyuruh untuk berobat ke rumah sakit. Akhirnya saya memberanikan diri untuk memeriksakan keadaan saya karena memang sudah tak tahan dengan rasa sakitnya, lagipula saya kan sudah punya kartu JKN-KIS yang katanya bisa berobat gratis," kenang Alimah.

 

Hasil dari berobat dan diperiksa darah serta urine nya, Aminah mengaku terpukul ketika diinformasikan bahwa dirinya gagal ginjal dan diharuskan menjalani cuci darah sebanyak 2 (dua) kali seminggu. Dirinya sangat ketakutan saat mendengar hal tersebut. Namun setelah mendapat nasihat dari dokter, akhirnya Aminah mau menjalani cuci darah. Terlebih  ternyata dirinya tidak sendiri, tetapi ada sekitar 20 orang pasien yang juga cuci darah secara rutin di rumah sakit tempat ia berobat.

 

“Cuci darah 2 kali seminggu, mendapatkan pengobatan, tetapi saya enggak bayar apa-apa. Begitu mulia sekali program JKN-KIS mau menjamin masyarakat kecil seperti saya. Terima kasih JKN-KIS, saya sungguh terharu dan  tak henti-hentinya bersyukur orang kecil seperti saya diperhatikan sama pemerintah,” ungkap Aminah dengan mata yang berkaca-kaca.



File :