Dengan JKN-KIS, Gundah Hati Penjahit Ini Teratasi

Penulis : Humas Dibaca : 200 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 07 Mar 2019 00:00:00

Madiun (07/03/2019) – Suparno (51) merupakan ayah dari tiga orang anak. Anak pertamanya, Patma Supriani didiagnosa menderita penyakit Tetralogy of Fallot (TOF) karena adanya gangguan atau kelainan jantung yang disebabkan kombinasi empat penyakit jantung bawaan saat lahir.

 

“Dulu setelah lahir hingga usia sepuluh tahun, masih tidak kelihatan kalau anak saya menderita kelainan jantung. Tumbuh kembangnya pun normal seperti anak-anak pada umumnya, badannya juga gemuk,” ungkap Suparno membuka perbincangan saat ditemui di rumahnya di Dusun Jatisari, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, Selasa (05/02).

 

Anaknya diketahui menderita penyakit tersebut pada tahun 2016 silam. Saat itu anaknya dirujuk dari puskesmas ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya dan sempat menjalani rawat inap selama 21 hari.  Setelah melalui pemeriksaan intensif akhirnya dokter menyatakan bahwa Patma menderita penyakit kelainan jantung bawaan lahir. Akan tetapi karena pertimbangan medis, pihak rumah sakit tidak melakukan tindakan operasi, sehingga untuk pengobatan selanjutnya Patma harus menjalani rawat jalan secara rutin di RSUD Dr. Soedono Madiun.

 

Kegundahan hati tak hanya Suparno rasakan saat mengetahui putri kesayangannya divonis menderita kelainan jantung. Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai penjahit itu masih harus memikirkan besarnya biaya pengobatan rutin untuk anaknya.

 

“Setelah tahu anak saya menderita kelainan jantung dan harus menjalani pengobatan rutin setiap bulannya, yang menjadi pikiran saya selanjutnya saat itu adalah uang untuk biaya pengobatan karena pasti mahal sekali, apalagi ini harus secara rutin. Tetapi ternyata kekhawatiran saya tidak beralasan, Alhamdulillah sejak tahun 2016 sampai sekarang saya tidak pernah mengeluarkan uang untuk biaya pengobatan, semua dijamin BPJS Kesehatan karena telah sesuai dengan prosedur. Pelayanan yang kami terima dari para petugas rumah sakit juga baik sekali,” ungkap Suparno tersenyum.

 

Suparno yang  tercatat sebagai peserta JKN-KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran APBN (PBI - APBN) mengungkapkan bahwa dirinya beserta keluarga menaruh harapan besar terhadap kesinambungan program JKN-KIS yang benar-benar memberikan manfaat bagi dirinya dan masyarakat.

 

“Ya harapan saya program JKN-KIS ini akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia supaya bisa terus memberikan jaminan kesehatan. Untuk ongkos mengantarkan anak saya ke rumah sakit saja sudah cukup memberatkan, apalagi kalau harus berobat tanpa JKN-KIS dan membayar seluruh biaya pengobatannya  dari kantong sendiri, wah saya tidak akan mampu. Tapi untunglah JKN-KIS sudah menjadi penolong saya dalam membantu pengobatan anak saya. Kekhawatiran saya jadi hilang. Untuk itulah saya sangat berterima kasih karena dengan adanya program ini saya tetap bisa melihat senyum anak saya di balik rasa sakit yang dideritanya selama bertahun-tahun. Semoga Patma bisa segera sembuh,” ujarnya menutup perbincangan. (ar/tk)


File :