Darni : JKN-KIS Jamin Biaya Pengobatan Buah Hati Saya

Penulis : Humas Dibaca : 601 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 08 Apr 2019 08:29:33

Biak Numfor (08/04/2019) - Darniati (26) adalah warga Kota Biak yang menjadi peserta JKN-KIS sejak kurang lebih dua tahun lalu, ketika buah hatinya Muhammad Firmansyah yang masih berusia 6 bulan terkena demam tinggi dan harus dirawat di rumah sakit, ia menceritakan pengalamannya kepada tim Jamkesnews.

 

“Saya merupakan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau biasa disebut dengan peserta mandiri kelas III. Seluruh keluarga saya pun sudah terdaftar dan selama ini saya tidak lupa selalu membayar iuran setiap bulan sebelum tanggal 10,” ujar Darni.

 

Saat ditemui Tim Jamkesnews di ruang perawatan anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak pada Senin (01/04), dengan wajah yang terlihat lelah, ia masih menyimpan senyum. Darni sapaan akrabnya mulai menceritakan awal kejadian anaknya terkena demam tinggi disertai batuk dan lendir.

 

“Saya panik bukan kepalang karena panas anak saya tidak kunjung turun, malam itu juga saya dan suami langsung membawanya ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Biak. Sesampainya di rumah sakit, dokter menangani dan memeriksa anak saya dengan cepat dan mengharuskan untuk rawat inap di rumah sakit,” ceritanya.

 

Darni mengatakan, awalnya ia dan suaminya sempat ragu untuk menjalani rawat inap karena ia berpikir akan biaya besar yang harus ia keluarkan.

 

“Tadinya saya sempat khawatir dengan biaya yang harus saya keluarkan jika anak saya di rawat inap di rumah sakit, tetapi ternyata seluruh biaya dijamin oleh BPJS Kesehatan karena kami sekeluarga sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Mulai dari pelayanan pada ruang gawat darurat hingga anak kami masuk ruang perawatan dilayani dengan baik tanpa ada permintaan biaya sama sekali dari pihak rumah sakit. Bagi saya kartu ini adalah kartu sakti penyelamat jiwa anak saya. Saya berharap Program JKN-KIS ini tetap berlanjut," tuturnya.

 

Lebih lanjut Darni mengungkapkan bahwa dengan menjadi peserta JKN-KIS, selain meringankan dalam hal pembiayaan, namun dalam pelayanan juga jadi makin lebih cepat. Ia juga menambahkan bahwa selama memanfaatkan Program JKN-KIS pelayanan kesehatan yang didapatkannya sangat bagus.

 

“Bersyukur sekali program ini ada di Indonesia. Bayangkan saja kalau anak saya menjadi pasien umum, berapa biaya yang saya keluarkan untuk berobat anak saya yang harus menginap 3 hari, belum lagi ditambah dengan obat-obatan. Menurut saya apabila dibayar pakai uang sendiri, pasti sangat menguras kantong,” ucapnya.

 

Berbekal dari pengalamannya tersebut, Darni pun mengimbau kepada penduduk yang belum mendaftar sebagai peserta JKN-KIS untuk segera mendaftarkan diri dan keluarga. Dia juga berpesan kepada peserta JKN-KIS untuk selalu membayar iuran setiap bulan secara rutin sebelum tanggal 10, karena dengan iuran tersebut dapat menolong masyarakat atau peserta JKN-KIS yang sedang terkena musibah sakit seperti anaknya.

 

“Jangan ragu untuk segera mendaftar JKN-KIS dan bagi peserta JKN-KIS lainnya agar rutin membayar iuran tepat waktu karena iuran tersebut sangat banyak membantu peserta JKN-KIS lain yang sedang sakit. Saya kagum dengan slogan BPJS Kesehatan yang sempat saya baca di media sosial yaitu Dengan Gotong Royong Semua Tertolong. Dan ini memang betul karena saya juga sudah merasakan sendiri,” tutupnya (TR/as)

 



File :