85 Hari Di Inkubator, JKN-KIS Jamin Seluruh Biayanya

Penulis : Humas Dibaca : 851 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 09 Apr 2019 09:01:23

Sintang (09/04/2019) – Kelahiran anak pertama merupakan momentum yang dinanti-nanti oleh setiap pasangan suami istri, terutama jika istri melahirkan sang buah hati dengan selamat dan sehat. Namun hal tersebut tak terjadi pada pasangan Nico Kurniawan (31) dan Helen Pebrina (31) yang merasa sangat khawatir karena  pada usia 6 bulan kehamilan, sang istri  terpaksa harus melahirkan buah hati pertamanya dikarenakan kondisi rahim yang lemah.

 

Nico, pria yang berprofesi sebagai petugas Kepolisian ini menceritakan pengalamannya kepada tim Jamkesnews yang menemuinya.

 

"istri saya sempat mengeluarkan air ketuban di usia kehamilan 6 bulan. Langsung saya bawa ke IGD rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan, Dokter Kandungan menyarankan agar segera dilakukan tindakan cesar untuk mengeluarkan buah hati kami, pertimbangannya tentu saja keselamatan dan kesehatan istri dan anak saya," ungkap Nico mengingat apa yang dikatakan dokter kepadanya saat itu.

 

Dengan sedikit terbata-bata ia melanjutkan ceritanya. “Saya merasa terpukul dan sedih sekali saat mendengar saran dokter, seperti buah simalakama yang pilihannya sama-sama tidak enak. Saya tidak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi kepada anak atau istri saya. Belum lagi memikirkan darimana uang untuk membayar semua biaya operasi dan pengobatannya. Kuatirnya JKN-KIS tidak menjamin karena ini pasti biayanya besar sekali,” papar Nico.

 

Namun demi keselamatan istri dan anaknya, Nico pun memberanikan diri dan memutuskan agar sang istri menjalankan operasi caesar. Dan akhirnya lahirlah seorang bayi cantik yang lahir prematur dan harus segera dimasukkan incubator mengingat sang bayi lahir prematur dan perlu perawatan khusus untuk menyempurnakan seluruh fungsi organ tubuhnya.

 

"Anak saya menjalani masa incubator selama 85 hari dan bersyukur sekali masa-masa sulit bisa dilewatinya dan kini anak saya tumbuh dengan sehat.

 

Nico sangat bersyukur istri dan anaknya bisa selamat, termasuk juga dirinya selamat dari seluruh biaya persalinan dan tindakan medis sang buah hati karena dijamin sepenuhnya oleh program JKN-KIS.

 

“Kini saya merasa seperti orang yang paling beruntung di dunia, tak henti-hentinya saya mengucap syukur kepada Tuhan. Tidak hanya pada kondisi anak saya saja, namun juga berkat adanya program JKN-KIS maka kami tidak perlu mengeluarkan biaya apapun. Saya bahkan sempat tanya ke bagian kasir rumah sakit ternyata biaya pengobatan anaknya tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Bayangkan saja mas, dari mana saya harus mencari dana sebesar itu jika tanpa program JKN-KIS,” ungkap Nico dengan senyum lega.

 

Nico beserta istri mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan program JKN-KIS yang begitu bermanfaat bagi rakyat Indonesia.

 

“Saya atas nama keluarga mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada program JKN-KIS. Saya yakin bukan hanya kami tapi jutaan masyarakat Indonesia lainnya juga ikut merasakan manfaatnya. Sekali lagi terima kasih JKN-KIS,” tutup Nico. (FR/aa)



File :