Saadah Lega, Pengobatan Suami Dijamin JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 3952 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 15 Apr 2019 08:42:14

Pasuruan, Jamkesnews - Penyakit kerap datang di usia senja. Hal ini dirasakan Muhammad Sholeh (90), warga Gondang Wetan-Pasuruan yang tengah terbaring lemah. Sudah satu minggu ia menjalani perawatan di rumah sakit. Ditemani istrinya, Sa’adah (55), ia berjuang melawan sakitnya. Sholeh, sapaan akrabnya, mengidap komplikasi beberapa bulan belakangan ini.

“Sudah semingguan kami di rumah sakit. Suami saya terkena komplikasi. Dokter menganjurkan perawatan di rumah sakit karena kondisinya yang semakin lemah,” terang sang istri.

Sa’adah menambahkan, gejala yang dirasakan sang suami begitu banyak. Sejak 2 bulan terakhir, Sholeh sering mengeluh pusing dan muntah-muntah. Setelah dicek, tekanan darah sang suami begitu tinggi. Puncaknya, Sholeh sampai tak sadarkan diri. Tahu akan kondisi ini, Sa’adah bergegas membawanya ke rumah sakit.

“Suami saya sering merasakan pusing sebelumnya, kadang sampai muntah-muntah sampai tak sadarkan diri. Saya minta bantuan tetangga yang kebetulan perawat untuk lihat suami. Ternyata tekanan darahnya sedang tinggi. Tak pikir panjang saya bawa suami ke rumah sakit ini,” tambahnya.

Sa’adah mengungkapkan,  ia tak lagi pusing memikirkan biaya selama perawatan suaminya. Ia bersyukur pemerintah tanggap akan kondisi keluarganya. Sejak tahun kemarin, ia bersama keluarga telah terdaftar sebagai Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Menurutnya, banyak manfaat yang diperoleh dari program yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ini. “Alhamdulillah, kami terbantu sekali dengan program JKN-KIS. Tahun lalu saya jadi peserta JKN-KIS dan sekarang benar-benar merasakan manfaatnya. Kebetulan kami menerima bantuan ini dari pemerintah, kami bersyukur sekali,” pungkasnya.

Soal pelayanan, Sa’adah mengaku puas dengan yang diberikan rumah sakit. Selama masa perawatan, Sholeh menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Soedarsono-Kota Pasuruan. Menurutnya, tak ada biaya sepeserpun yang diminta. “Di rumah sakit ini, suami saya dirawat dengan baik. Petugas yang melayani sangat ramah, semua obat yang diperlukan juga disediakan. Yang terpenting semua itu tanpa tarikan biaya. Sekarang saya cuma bisa bersyukur dan berdo’a untuk kesembuhan suami,” ujarnya.

Sa’adah turut mengapresiasi Program JKN-KIS ini. Menurutnya, tak ada lagi kerisauan bila sedang jatuh sakit. Tentu hal ini bukan suatu keinginan, sebab hidup sehat selalu jadi prioritas utama. Ia berharap program mulia ini terus hadir membantu orang-orang yang amat membutuhkan. Tak lupa, ia berterima kasih kepada pihak rumah sakit atas kebaikan yang diberikan kepada suaminya. “Terima kasih untuk pemerintah yang mengenalkan kami dengan JKN-KIS. Kami senang dan merasa lega sudah menjadi bagian dari BPJS Kesehatan dengan menjadi peserta JKN-KIS. Terima kasih juga untuk pihak rumah sakit yang dengan sabar membantu saya dan suami,” tutupnya.


File :