Camat Seririt : Mertua Pasang Ring Jantung Nol Rupiah, JKN-KIS Luar Biasa

Penulis : Humas Dibaca : 648 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 20 Apr 2019 00:00:00

Singaraja - I Nyoman Riang Pustaka, SIP (44) yang juga seorang Camat Seririt Singaraja menceritakan pengalaman ibu mertuanya,  Ludvina Bata yang terserang penyakit jantung sejak tiga tahun lalu dan harus menjalani operasi pemasangan ring jantung.

 

“Ibu mertua saya merasakan manfaat besar dari program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Penyakit jantung yang dialaminya sejak tiga tahun yang lalu membuat kondisi fisiknya tidak stabil, sering mengalami sesak nafas secara tiba-tiba, hingga akhirnya hasil pemeriksaan medis yang dilakukan  dokter menyarankan untuk dilakukan operasi pemasangan ring jantung pada Januari lalu,” ceritanya saat bertemu tim Jamkesnews di sela-sela kesibukannya pada Jumat (12/04)

 

Ia pun dengan penuh semangat berbagi kisah ketika operasi ring jantung ibu mertuanya dilakukan di salah satu rumah sakit swasta.

 

“Dari awal masuk rumah sakit hingga akhirnya ibu mertua saya diperbolehkan pulang, pelayanan yang didapat sangat baik, ibu mertua saya dilayani dengan sangat cepat dan ramah oleh petugas rumah sakit, tidak ada perbedaan pelayanan yang dirasakan antara pasien peserta JKN-KIS dengan pasien umum lainnya, ini tentu karena adanya koordinasi yang baik antara BPJS Kesehatan dengan pihak rumah sakit,” jelasnya sambil tersenyum

 

Ia juga mengatakan seluruh biaya dari operasi pemasangan ring jantung dan pelayanan kesehatan yang diperoleh ibu mertuanya dijamin sepenuhnya oleh Program JKN-KIS. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya program pemerintah ini.

 

“Jika saya hitung-hitung semua biaya operasi pemasangan ring jantung dan pelayanan kesehatan ibu mertua saya selama ini mungkin sudah mencapai ratusan juta rupiah, beruntung ibu mertua saya telah menjadi peserta JKN-KIS, sehingga semua biaya ditanggung sepenuhnya tanpa iur biaya satu rupiahpun, nol rupiah. Sungguh luar biasa sekali manfaat program ini, apalagi jika dibandingkan dengan besaran iurannya dan manfaatnya,” ungkapnya.

 

Kini ibu mertuanya sedang mempersiapkan diri untuk dilakukan operasi pemasangan ring jantung yang kedua kalinya di bulan April ini. “Ya sekarang sedang menunggu untuk operasi lagi di bulan April, dan tentunya tetap menggunakan kartu JKN-KIS,” jelas camat yang terkenal ramah dan bijaksana ini.

 

Riang sangat memahami nilai gotong royong yang menjadi slogan dalam penyelenggaraan JKN-KIS yang menurutnya telah berjalan dengan baik. Menurutnya kepesertaan JKN-KIS ini tidak ada batasan status sosial. Orang kaya maupun miskin, tua dan muda berhak menjadi peserta dan memperoleh manfaat dari program JKN-KIS. Riang pun berharap agar program JKN-KIS ini tetap ada dan semakin meningkatkan kualitas layanannya.

 

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melupakan kewajibannya dengan rutin membayar iuran.

 

“Jangan merasa rugi untuk rutin membayar iuran, karena ketika kita tidak menggunakannya berarti kita sekeluarga dalam keadaan sehat dan iuran yang telah kita bayarkan setiap bulan dapat kita sumbangsihkan kepada peserta lain yang sedang sakit dan membutuhkan biaya pelayanan kesehatan. Di sinilah letak prinsip gotong royong dari program JKN-KIS yang sering didengungkan,” tuturnya menutup pembicaraan. (ay/dh)



File :