Sukartini Angkat Tumor Jinak Tanpa Biaya dengan JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 4890 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 13 May 2019 08:03:25

Tulungagung - "Cari uang sekarang tidak mudah, kalau sakit biayanya sudah berjuta-juta," inilah kata yang terucap dari bibir Sukartini (49) warga Desa Kacangan Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Ibu yang kesehariannya sebagai buruh tani ini sedang dalam perawatan karena vertigo yang dideritanya. Sebagai peserta JKN-KIS segmen PBI, ia mengaku senang dan sangat bersyukur telah dibantu pemerintah memiliki kartu JKN-KIS.

 

"Kata dokter saya menderita vertigo. Tidak menyangka punya penyakit ini. Alhamdulillah saya sudah punya JKN-KIS," ujarnya di salah satu ruang rawat inap kelas 3 RSI Madinah Tulungagung

 

Ia kemudian menceritakan pengalamannya selama menjadi peserta JKN-KIS. Tepat setahun yang lalu, Sukartini juga menggunakan KIS miliknya ketika harus menjalani operasi pengangkatan tumor jinak pada payudaranya. Anak bungsunya juga pernah menggunakan KIS ketika sakit typus.

 

"Kira-kira setahun lalu saya operasi pengangkatan tumor jinak di payudara, tepat setahun yang lalu dan tidak dipungut biaya sama sekali. Anak bungsu saya juga pernah rawat inap karena typus, sama, tidak ada biaya yang keluar karena saya mengikuti semua aturannya," tuturnya.

 

Selain tenang karena dapat berobat tanpa biaya, Sukartini merasa puas dengan pelayanan kesehatan yang diperolehnya di rumah sakit.

 

"Saya puas. Kami tidak dibedakan dengan pasien umum," tukasnya.

 

Sukartini menyampaikan rasa  terima kasihnya sudah merasa tertolong dan merasakan manfaat kehadiran program JKN-KIS.

 

"Tentu saya percaya bahwa program ini benar-benar bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, dan terima kasih kepada Pemerintah yang sudah menolong warga kurang mampu sehingga bisa berobat. Kalau tidak punya KIS bagaimana saya bisa operasi, uang darimana," ucap Ibu 2 orang putri ini.

 

Sukartini juga berpesan kepada warga yang belum menjadi peserta JKN-KIS agar segera mendaftar.

 

"Bagi warga yang belum memiliki JKN-KIS agar mendaftar.  Berpikirnya seperti ini, kita bayar premi minimal Rp 25.500 setiap bulan. Kalau sakit dapat kita gunakan, kalau tidak sakit ya bersyukur, Alhamdulillah saya sehat, berarti iurannya dapat digunakan oleh peserta yang lain. Dan kalau kita sakit tidak akan kebingungan," ujarnya.

 

Sukartini berharap Program JKN-KIS terus ada untuk menolong warga yang kurang mampu agar bisa berobat, dan sukses.

 

"Semoga program ini terus ada dan pemerintah terus menolong warga kurang mampu agar bisa berobat dan tidak terlantar. Semoga semakin sukses juga untuk BPJS Kesehatan. Terima kasih JKN-KIS," tutupnya.(ar/ck)



File :