Kisah Pedagang Sate Keliling, Malu Kalau Telat Bayar Iuran JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 327 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 08 Jun 2019 10:28:00

Prabumulih, Jamkesnews - Sarial (29) yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual sate di Kota Nanas ini mengaku sangat senang dengan adanya Program JKN-KIS. Sarial juga merupakan satu dari jutaan warga Indonesia yang telah merasakan manfaat dari Program JKN-KIS. 

Sarial juga menceritakan sejak ia terdaftar sebagai peserta JKN-KIS pada tahun 2017 lalu, ia selalu rutin membayar iuran. Sarial selalu menyisihkan sedikit pendapatannya per hari hingga terkumpul untuk membayar iuran Program JKN-KIS. Hal itu dilakukan karena ia yakin, suatu saat ia pasti akan membutuhkan Program JKN-KIS ini.

“Sudah banyak cerita dari tetangga-tetangga saya kalau mereka sudah terbantu dengan JKN-KIS. Pemerintah telah memberikan perhatian kepada kesehatan masyarakat melalui Program JKN-KIS ini. Dan sekarang, membayar iuran JKN-KIS merupakan hal yang sangat penting bagi saya dan keluarga. Saya malu kalo bayar telat apalagi saya sudah merasakan manfaatnya,” kata Sarial.

"Program JKN-KIS ini sangat luar biasa manfaatnya. Saya tidak menyangka bahwa biaya perawatan istri saya semuanya ditanggung oleh Program JKN-KIS. Saya mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS sudah sejak lama, ya untuk berjaga-jaga apabila suatu saat nanti dibutuhkan karena saya hanya berjualan sate keliling yang penghasilannya tak tentu setiap harinya,” ujar Sarial, Kamis (16/05).

Bulan Februari lalu, istrinya membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah sakit, namun ia sempat merasa takut akan terkendala biaya perawatan yang besar. Tapi keadaan memaksa untuk ke sana.

"Waktu akan ke luar rumah sakit, kami mengecek biaya perawatan yang harus dibayar dan kami terkejut saat mengetahui biaya perawatan sangatlah mahal. Tapi ya bagaimana. Istri saya sedang bertaruh nyawa, jadi kami tetap ke rumah sakit. Betapa kami sangat terharu saat tahu semua biaya itu telah dijamin oleh Program JKN-KIS. Andai saja tidak ada Program JKN-KIS, entah bagaimana saya harus membayar tagihan rumah sakit. Mungkin apa yang saya punya saat itu, akan saya jual untuk keluarga saya,” ujarnya terbata-bata.

Sarial mengatakan Program JKN-KIS memberikan harapan untuk masyarakat yang kurang mampu untuk berobat. Ia juga mengaku bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas rumah sakit sangat baik dan ramah.

“Bahkan ketika baru masuk rumah sakit, petugas rumah sakit menganjurkan untuk menggunakan kartu JKN-KIS, itu artinya pemerintah tahu yang terbaik untuk masyarakatnya, jika sakit sudah disediakan Program JKN-KIS, maka aktiflah sebagai Peserta JKN-KIS,” tambah Sarial.

Di akhir perbincangan, Sarial berharap agar seluruh masyarakat terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dan selalu rutin membayar iuran karena dengan begitu sudah membantu banyak orang karena program ini adalah program yang sifatnya gotong-royong dan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan dapat langsung digunakan. (RW/df)


File :