Program SCF kini hadir di Bank Sulselbar

Penulis : Humas Dibaca : 215 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 05 Jul 2019 08:17:00

Makassar, Jamkesnews- Agar likuiditas rumah sakit berjalan lancar, sejumlah perbankan baik nasional maupun swasta siap memberikan manfaat pembiayaan tagihan pelayanan kesehatan melalui SCF (Supply chain financing). Salah satu Bank BUMD PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat atau Bank Sulselbar  kini juga telah siap  memberikan fasilitas SCF tersebut. Bertempat di Makassar, launching Perjanjian Kerjasama antara BPJS Kesehatan dan Bank Sulselbar terkait program SCF telah dilaksanakan, Rabu (26/06).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso, Direktur Utama Bank Sulselbar A. Muhammad Rahmat, Biro Ekonomi Pemprov Since Erna lamba dan perwakilan seluruh rumah sakit di Makassar yang bermitra dengan BPJS Kesehatan Cabang Makassar.

Menurut A. Muhammad Rahmat selaku Direktur Bank Sulselbar mengungkapkan bahwa kerjasama yang dilakukan antara BPJS Kesehatan dengan Bank Sulselbar terkait program SCF merupakan salah satu bentuk dukungan Bank Sulselbar terkait Sustainabilitas Program JKN.

"Ini sekaligus menjadi komitmen Bank Sulselbar dalam mendukung program pemerintah. Kontribusi kami untuk ikut memastikan kualitas pelayanan kesehatan tetap terjaga, di samping melalui SCF ini akan membiayai tagihan rumah sakit dulu, sehingga likuiditas rumah sakit tetap stabil,” ungkap Rahmat

Rahmat juga menambahkan bahwa skema penyaluran yang diterapkan yaitu ketika ada tagihan dari rumah sakit, dan dinyatakan terverifikasi oleh BPJS Kesehatan, bank akan melakukan pencairan sesuai dengan tagihan dan akan memberikan bunga yang kompetitif.

Skema pembiayaan ini sudah dijalankan di sejumlah rumah sakit, di antaranya RS Islam Faisal dan RS di Kabupaten Bantaeng. Ke depannya tak hanya rumah sakit, tapi juga akan memberikan biaya talangan serupa untuk klinik yang bermitra dengan BPJS Kesehatan.

Sementara itu Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso juga mengatakan bahwa pihaknya wajib membayar klaim atas pelayanan yang diberikan faskes ke peserta JKN-KIS paling lambat 15 hari kerja sejak dokumen diterima lengkap. Sinergi ini akan memastikan kewajiban tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Kami BPJS Kesehatan berkomitmen dan siap mendukung Bank Sulselbar dalam hal program SCF ini, kami juga akan terus memperbaiki aplikasi yang digunakan untuk memverifikasi agar memudahkan tim Bank Sulselbar dalam menjalankan kerja sama SCF ini dan tentu harapan kita semua semoga program ini dapat berjalan dan menjadi lebih baik lagi,” kata Kemal. (WR) 


File :