Prolanis Permudah Neli Kontrol Diabetesnya

Penulis : Humas Dibaca : 274 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 14 Aug 2019 09:43:00

Bengkulu, Jamkesnews - Neli Karma Satria Wati merupakan salah satu dari sekian banyak peserta JKN-KIS yang terdaftar sebagai peserta Prolanis di Puskesmas Lubuk Pinang Kabupaten Mukomuko. Setiap seminggu sekali Neli bersama teman-teman peserta Prolanis lainnya selalu rutin melaksanakan senam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang dikoordinir oleh Puskesmas Lubuk Pinang.

Prolanis merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis. Hal ini dimaksudkan untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisen

Sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau biasa disebut peserta mandiri yang terdiagnosa mengidap diabetes melitus sejak tahun 2014 lalu, Neli mengatakan Prolanis ini merupakan program yang baik dan efektif untuk menjaga kesehatan peserta JKN-KIS.

“Saya sendiri awalnya tidak mengetahui tentang apa itu penyakit diabetes melitus dan saya juga tidak mengetahui secara detail berapa kadar gula saya dalam darah. Dengan adanya prolanis saya menjadi paham dengan penyakit yang saya derita termasuk upaya yang harus dilakukan supaya penyakit saya tidak bertambah parah. Saya juga jadi lebih semangat dan antusias rutin melaksanakan senam dan edukasi yang dilakukan oleh para medis di Puskesmas,” ujar Neli, Senin (12/08).                                                

Neli pun menceritakan pengalaman pertamanya saat baru tahu tentang Prolanis. Pertama kali ia mengetahui program ini  saat pihak Puskesmas menghubunginya dan melakukan edukasi ke rumahnya. Ia pun diajak untuk rutin mengikuti kegiatan Prolanis di Puskesmas.

"Memang awalnya saya agak malas, tapi setelah pihak Puskesmas menjelaskan lebih detail tentang Proalnis, saya jadi tertarik, apalagi manfaatnya untuk kesehatan saya juga. Saya jadi lebih semangat. Terima kasih juga saya ucapkan kepada pemerintah, dengan adanya Program JKN-KIS ini masyarakat jadi memiliki akses untuk mendapatkan  pelayanan kesehatan  di fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Menjadi peserta JKN-KIS adalah proteksi diri sejak dini. Kita tidak  tahu kapan kita sakit dan berapa biayanya. Meskipun ketika tidak sakit saya dapat mendonasikan iuran saya kepada saudara-saudara saya yang sedang membutuhkan perawatan medis,” ucap Neli.


File :