Pangkas Antrean, BPJS Kesehatan Terapkan Bridging System

Penulis : humas Dibaca : 13381 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 09 May 2014 06:24:30

(dikutip dari Poskota)

 

JAKARTA (Pos Kota) -  Untuk memangkas antrean panjang pasien program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan aplikasikan bridging system. Dengan aplikasi sistem ini memungkinkan dua sistem yang berbeda dari fasilitas teknologi (web service) dapat dioperasikan bersama tanpa ada intervensi antar satu dengan lainnya.

“Dalam layanan JKN, ada tiga unsur yang bergabung yakni BPJS Kesehatan, rumah sakit dan mekanisme INA CBGs Kemenkes,” papar Direktur IT BPJS Kesehatan Dadang Setiabudi, Kamis (8/5). Selama ini pengoperasian tiga sistem yang berbeda tersebut telah membuat repot baik pasien, rumah sakit maupun tenaga dokter. Selain antrean panjang, pasien tidak memiliki kepastian kapan akan ditangani oleh dokter.

Dengan aplikasi bridging system, maka seorang pasien peserta JKN tidak harus antre lama untuk mengakses layanan kesehatan di rumah sakit karena data sudah menyatu. Dadang mengatakan bahwa untuk tahap awal, sudah 5 rumah sakit menerapkan aplikasi bridging system yakni RSUD Koja Jakut, RSUP Persahabatan Jaktim, RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, RS Kandou Manado, dan RSUP Wahidin Sudiro Husodo Makassar.

Selain itu ada 12 rumah sakit yang masih dalam proses uji coba bridging system yaitu RS Cipto Mangunkusumo, RSUD Tarakan, RS Jantung Harapan Kita, RSUD Budi Asih, RSPI Sulianti Saroso, RS Hasan Sadikin Bandung, RSUP Dr Kariadi Semarang, RSUD Tuguharejo Semarang.

Selanjutnya, RSUD Moewardi Surakarta, RS Ortopedi Suharso Sukoharjo, RSUD Sutomo Surabaya dan RSU Haji Surabaya.
“Kita juga tengah melakukan proses pengembangan bridging system pada 36 rumah sakit utamanya rumah sakit vertikal,” tukas Dadang.

Targetnya sampai akhir 2014, sebanyak 1500 rumah sakit yang menjadi provider BPJS Kesehatan sudah menerapkan aplikasi bridging system. Bagi rumah sakit, sistem ini akan memberikan keuntungan antara lain meningkatkan layanan administrasi peserta, menghemat SDM dan sarana prasarana, perekaman data pelayanan kesehatan dan proses pengajuan klain menjadi lebih cepat. (inung/ yo)

Teks foto: Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Dadang Setiabudi menjelaskan aplikasi bridging system. (inung)


File :