Wujudkan Pelayanan Primer Bermutu

Penulis : Humas Dibaca : 3710 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 27 Sep 2017 10:55:30

Yogyakarta (26/09/2017) : BPJS Kesehatan terus berkomitmen kuat untuk selalu meningkatkan pelayanan kesehatan  bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)  khususnya pelayanan yang didapatkan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Komitmen ini ditunjukkan salah satunya dengan kegiatan Pertemuan Nasional Pelayanan Primer yang  secara kontinu dilakukan setiap tahunnya. Diharapkan melalui kegiatan ini akan terbentuk kemitraan strategis antara BPJS Kesehatan dengan FKTP dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi peserta JKN dan membangun FKTP yang berkualitas.

“Pelaksanaan kegiatan Pertemuan Nasional Pelayanan Primer tahun 2017 mengusung tema mewujudkan Pelayanan Primer yang bermutu dengan pemenuhan standar pelayanan oleh FKTP. Pertemuan ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang mutu layanan berbasis kepuasan peserta” ujar Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta, Andayani Budi Lestari di Yogyakarta (26/09).

FKTP berperan sebagai gatekeeper yang merupakan tempat kontak pertama pada pelayanan kesehatan dasar dan penapis rujukan sesuai dengan standar pelayanan medis. Peran sebagai gatekeeper erat kaitannya dengan upaya-upaya promotif preventif dan pengelolaan penyakit kronis. Peningkatan upaya-upaya tersebut sangat dibutuhkan tidak hanya dalam memperkuat peran FKTP sebagai gatekeeper, tetapi juga dalam meningkatkan mutu pelayanan primer.  

Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady mengungkapkan, untuk meningkatkan mutu pelayanan primer di FKTP, saat ini sudah diterapkan pembayaran Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan (KBK). Tujuan dari penerapan KBK ini adalah sebagai indikator kinerja yang berdampak pada hasil berdasarkan pemenuhan komitmen pelayanan atau kinerja FKTP. Penerapan KBK merupakan bagian dari pengembangan sistem kendali mutu pelayanan, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

“Pembayaran Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan (KBK) ini merupakan metode pembayaran yang sudah diterapkan di banyak negara yang menggunakan social insurance. Sistem pembayaran ini terbukti dapat meningkatkan performa dari FKTP dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta jaminan kesehatan,” ujar Maya.

Namun, untuk mencapai peningkatan performa tersebut, diperlukan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN.

Adanya keterbatasan sarana prasarana dan jumlah tenaga kesehatan masih ditemui pada sebagian FKTP. Selain itu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan perlu menjadi perhatian. Kendala-kendala tersebut dapat berdampak pada pemenuhan standar pelayanan sehingga mempengaruhi kualitas pelayanan primer yang diterima oleh peserta JKN. BPJS Kesehatan senantiasa mendorong FKTP dan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatakan jumlah sarana prasarana, jumlah tenaga kesehatan, serta meningkatkakan kompetensi tenaga kesehatan.

Dukungan Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) dalam penyelenggaran kendali mutu dan kendali biaya pada pelayanan primer juga sangat dibutuhkan. Sebagai tim yang terdiri dari unsur organisasi profesi, akademisi, dan pakar klinis, TKMKB dapat mengevaluasi pelayanan primer dan memberikan rekomendasi perbaikan kualitas pelayanan primer kepada pemangku kepentingan terkait. Peran organisasi profesi diperlukan pula untuk mendorong peningkatan kompetensi tenaga kesehatan sehingga dapat memberikan tatalaksana diagnosis secara tuntas sesuai standar kompetensi profesi.

Dalam kesempatan tersebut, juga hadir Wakil Menteri Keuangan RI Mardiasmo yang memberikan keynote speach saat pembukaan pertemuan pelayanan primer tersebut. Mardiasmo mengungkapkan untuk memaksimalkan pelayanan di FKTP,  khususnya puskesmas, ia berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian lebih pada peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana kesehatan, serta tenaga kesehatan. Hal itu bisa dilakukan melalui alokasi 10 persen APBD untuk pelayanan kesehatan. Pemerintah pusat juga melakukan transfer dana ke daerah dari alokasi 5 persen anggaran kesehatan dalam APBN.

"Penguatan sistem rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) hingga rumah sakit sangat penting . Apabila sebagian besar pelayanan kesehatan bisa dilakukan di tingkat primer, pengeluaran BPJS Kesehatan juga akan berkurang. Potensi mismatch juga akan berkurang," ujar Mardiasmo.

Sampai dengan bulan Agustus 2017 terdapat 21.054 FKTP yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan berkomitmen dalam memberikan pelayanan primer bermutu kepada 180.772.917 peserta JKN. FKTP tersebut terdiri dari Puskesmas, Klinik Pratama, Dokter Praktik Perorangan, RS D Pratama, dan Praktik Gigi Perorangan.

Dengan adanya komitmen kuat bersama dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan tercapai kemitraan strategis dalam rangka mewujudkan pelayanan primer yang bermutu.


File :