Kota Semarang Menuju Universal Health Coverage

Penulis : Humas Dibaca : 15798 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 26 Oct 2017 14:52:39
Semarang(25/10/2017): BPJS Kesehatan Cabang Semarang bersama dengan Pemerintah Kota Semarang  mengadakan acara Launching Universal Health Coverage (UHC) dan Gerakan bersama IVA Kota Semarang. Acara  ini di laksanakan di RSUD K.M.R.T Wongsonegoro Semarang, Rabu (25/10). Hadir pada acara ini Direktur Pelayanan dan Perluasan Peserta BPJS Kesehatan, Walikota Semarang, Deputi Direksi Wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Direktur RSUD KMRT Wongsonegoro.

Walikota Semarang Hendrar Prihardi mengungkapkan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk peran Pemerintah Daerah dalam mewujudkan UHC atau cakupan semesta yang ditunjukkan dengan ditandatanganinya peraturan Walikota Nomor 43 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan.

“Seluruh warga Kota Semarang akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah Kota Semarang apabila menderita sakit asalkan mau di kelas tiga,” lanjut Hendrar.

Sementara itu Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari dalam sambutannya mengatakan penduduk kota Semarang patut bangga karena Kota Semarang merupakan Pemerintah Kota/Kabupaten pertama yang sudah mencapai Universal Health Coverage di Jawa Tengah.

"Akan tetapi walaupun sudah mempunyai jaminan Kesehatan diharapkan masyarakat tetap menjaga kesehatannya," ujar Andayani.

Dukungan dan peran serta Pemerintah daerah sangatlah menentukan dalam memaksimalkan program JKN KIS. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Bimantara menjabarkan, berdasarkan data yang dihimpun oleh BPJS Kesehatan kantor Cabang Semarang sampai 30 September 2017 jumlah penduduk semarang yang telah terdaftar sebagai Peserta JKN – KIS sebanyak 1.472.500 Peserta dari jumlah total penduduk Kota Semarang sebanyak 1.648.279 jiwa atau 95 % penduduk semarang terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS.

Cakupan Semesta program JKN-KIS di Kota Semarang ini terdiri dari penduduk yang memiliki dokumen kependudukan Kota Semarang, Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Kelas I, Kelas II dan Kelas III di Daerah yang menunggak iuran Jaminan Kesehatan, Bayi Baru lahir dari peserta Penerima Bantuan Iuran Daerah dan Bayi Baru lahir dari peserta Pekerja Bukan Penerima Upah kelas I, II dan kelas III yang belum didaftarkan.

"Bagi pengalihan peserta PBPU yang memiliki KTP Kota Semarang, dapat langsung menjadi peserta progam jaminan kesehatan yang didaftarkan oleh Pemerintah Kota Semarang. Peserta ini merupakan peserta yang terdaftar di kelas III yang menunggak 1 bulan iuran juga peserta yang terdaftar di kelas I dan Kelas II yang menunggak iuran selama 3 bulan," lanjut Bimantara.

Pada acara ini juga dilakukan Test IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) yang diikuti oleh 100 peserta di Puskesmas Halmahera. Pada kesempatan ini dilakukan  teleconference peserta Test IVA di Puskesmas Halmahera dengan Bapak Walikota  Semarang. Pelaksanaan kegiatan deteksi dini melalui IVA/Papsmear ini adalah merupakan salah satu upaya  untuk menekan prevalensi kanker serviks pada peserta JKN-KIS. Kanker serviks tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal, oleh karena itu sebaiknya lakukan skrining dan pemberian vaksinasi.

File :