Siaran Pers

Pers Release : Penandatanganan MoU BPJS Kesehatan Divre Sumbagut dengan Kejaksaan Tinggi

Upload Date : 23 Sep 2014

Pers Release : Penandatanganan MoU BPJS Kesehatan Divre Sumbagut dengan Kejaksaan Tinggi 

Pra Jambore Nasional Pelayanan Primer: Ajang FKTP Terbaik Saling Unggulkan Program Inovasi

Upload Date : 19 Sep 2014

JAKARTA - Sebagai upaya meningkatkan peran dan optimalisasi fungsi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam memberikan pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan menggelar Pra Jambore Nasional Pelayanan Primer di Jakarta mulai tanggal 18-19 September 2014.

Kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian dari acara Jambore Nasional Pelayanan Primer ini adalah ajang pertemuan tahunan pemberi pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan tujuan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer melalui peningkatan komitmen FKTP.

“Kegiatan Jambore Nasional Pelayanan Primer ini juga bertujuan untuk menciptakan sinergi yang positif baik antara BPJS Kesehatan serta stakeholder terkait dengan FKTP maupun antar FKTP,” kata Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan, Fajriadinur, Kamis (19/9).

Ia menjelaskan bahwa acara Pra Jambore Nasional Pelayanan Primer ini didahului dengan kegiatan Jambore Pelayanan Primer Tingkat Divisi Regional. Pada  kegiatan ini dipilih 3 (tiga) FKTP terbaik untuk setiap jenis kategori Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, Klinik Pratama, Dokter Praktik Perorangan, Klinik TNI dan Klinik Polri) dan seluruh FKTP yang bermitra dengan BPJS Kesehatan di Indonesia dan untuk selanjutnya FKTP terbaik pertama­­ tingkat divisi regional melanjutkan penilaian ke tingkat nasional.

Fajriadinur memaparkan, dalam kegiatan Pra Jamb­­ore Nasional Pelayanan Primer, 58 FKTP terbaik yang telah terpilih dari setiap divisi regional berkumpul untuk melakukan kegiatan antara lain sharing session program unggulan serta inovasi pelayanan oleh masing-masing faskes terbaik, menyusun Rencana Aksi Pelayanan Primer (RAPP), serta di penghujung acara akan terpilih 20 nominasi FKTP terbaik nasional dari setiap jenis kategori FKTP yang akan dinilai lebih lanjut melalui site visit oleh Tim Juri Nasional untuk diumumkan pada ajang Jambore Nasional Pelayanan Primer yang akan diadakan pada awal bulan Oktober 2014.

Tujuan dilakukannya kegiatan sharing session program unggulan atau inovasi pelayanan serta penyusunan RAPP oleh masing-masing faskes adalah upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang akan mempengaruhi kepuasan peserta dan peningkatan status kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Rencana Aksi Pelayanan Primer, lanjut Fajriadinur, adalah rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh FKTP, sebagai upaya terjemahan optimalisasi empat fungsi utama pelayanan kesehatan primer (kontak pertama, kontinuitas, koordinasi, dan komprehensivitas) pasca kegiatan Jambore Nasional Pelayanan Primer yang hasilnya dapat diukur melalui indikator kinerja fasillitas kesehatan tingkat pertama (Quality indicator 9).

Penilaian FKTP terbaik dilakukan berdasarkan hasil penilaian dari Tim Juri Nasional yang terdiri atas perwakilan BPJS Kesehatan, Kementerian kesehatan, Dewan Jaminan Nasioanal (DJSN), Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB), Organisasi Profesi (Ikatan Dokter Indonesia), Akademisi (FK UI dan FKM UI) serta korpri sebagai perwakilan dari peserta.

Parameter yang dijadikan penilaian mencakup kelengkapan sarana prasarana fasilitas kesehatan, komitmen pelayanan kepada peserta JKN termasuk penilaian indikator kinerja faskes, program unggulan dan inovasi, pengetahuan kebijakan dan program pelayanan primer JKN, serta hasil penilaian kunjungan yang akan  dilakukan oleh Tim Juri Nasional,” pungkasnya.

 

***********

 

Informasi lebih lanjut hubungi:

Departemen Komunikasi dan Hubungan Masyarakat

BPJS Kesehatan Kantor Pusat                                                                    

+62 21 424 6063                                                

humas@bpjs-kesehatan.go.id

Rumah Sakit Harus Ikuti Clinical Pathway dalam Melaksanakan Program JKN

Upload Date : 18 Sep 2014

JAKARTA, 18 SEPTEMBER 2014 –  Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan telah berlangsung sembilan bulan, namun tidak sedikit rumah sakit yang masih enggan bergabung dengan alasan tarif yang diterapkan akan membuat rumah sakit rugi. Padahal, dalam melaksanakan program JKN, rumah sakit tetap dapat membukukan surplus penerimaan tanpa harus mengorbankan kualitas pelayanan, seperti halnya ditunjukkan oleh RSUP Sanglah Denpasar, peraih penghargaan The Best Role Model RS Vertikal 2014.    

 

Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar Anak Ayu Sri Saraswati mengatakan, dalam memberikan pelayanan kepada pasien peserta BPJS Kesehatan, rumah sakit harus berpedoman dan tidak melenceng dari clinical pathway yang sudah disusun. Dalam clinical pathway tersebut  sudah tercantum tindakan-tindakan yang perlu dilakukan berikut biayanya untuk setiap jenis penyakit. “Dokter yang menangani pasien BPJS Kesehatan harus bekerja sesuai prosedur dengan mengikuti clinical pathway. Dengan demikian, biaya yang dikeluarkan rumah sakit tidak akan melebihi jaminan yang ditanggung BPJS Kesehatan,” ujarnya saat berdiskusi dengan media di Kantor Pusat BPJS Kesehatan di Jakarta.

 

Menurut Ayu, RSUP Sanglah justru merasa diuntungkan dengan adanyan program JKN, karena sistem penagihan dan pembayaran klaim menjadi lebih pasti. Sesuai prosedur, pihak rumah sakit harus mengirimkan tagihan klaim ke BPJS Kesehatan setiap tanggal 10 bulan berikutnya. “Kami selalu upayakan tepat waktu dalam hal penagihan klaim ke BPJS Kesehatan, karena kalau telat kami yang akan dikejar oleh BPJS Kesehatan. Baru di era JKN ini kami merasakan dikejar untuk segera mengirimkan tagihan klaim,” tuturnya.

 

Keuntungan lain yang juga dirasakan oleh RSUP Sanglah sejak adanya program JKN adalah menurunnya angka pemulangan pasien dengan penangguhan. “ Maksudnya, pasien yang sudah sembuh dan boleh pulang tapi masih menyisakan biaya yang harus diselesaikan. Angka pemulangan pasien dengan penagguhan ini sekarang turun signifikan,” ungkap Ayu.

 

Lebih lanjut Ayu menuturkan, RSUP Sanglah telah melakukan sejumlah pembenahan yang mencakup SDM, sistem layanan, teknologi informasi (TI) hingga fasilitas layanan agar mampu memberikan pelayanan terbaik dalam melaksanakan program JKN. Salah satu bukti dari pembenahan yang dilakukan adalah waktu tunggu pasien untuk rawat jalan mulai dari mendaftar hingga mendapat tindakan oleh dokter di poliklinik  rata-rata hanya 38,4 menit.

 

“RSUP Sanglah juga menerapkan standar operational procedure (SOP) untuk tidak menolak pasien peserta BPJS Kehatan atau memberikan perlakukan yang berbeda dengan pasien non BPJS Kesehatan. Bahkan, tidak jarang kami memindahkan pasien peserta BPJS Kesehatan dari kelas III ke kelas yang lebih tinggi, karena kebetulan kelas III penuh. Kelebihan biaya karena naiknya kelas perawatan ini dtanggung oleh pihak rumah sakit,” tandas Ayu.

 

RSUP Sanglah Denpasar merupakan pemenang (juara 1) dalam ajang Hospital Awrds: The Best Role Model RS Vertikal 2014 untuk kategori rumah sakit umum. Adapun juara 1 untuk kategori rumah sakit khusus diraih oleh RS Ortopedi DR.R. Soeharso Surakarta.

 

Kepala Departemen Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi mengatakan, Hospital Awards diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya meningkatkan peran dan fungsi fasilitas kesehatan tingkat lanjutan dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN. Penghargaan diberikan berdasarkan hasil penilaian dari Tim Penilai yang terdiri atas BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan,

 

“Kriteria penilaian yang dilakukan sangat ketat dengan banyak variabel yang pada dasarnya mencakup empat hal, yaitu sistem pendaftaran, manajemen palayanan, penagihan klaim dan cara penanganan keluhan,” ujarnya.

 

 

  

***********

 

Informasi lebih lanjut hubungi:

Departemen Komunikasi dan Hubungan Masyarakat

BPJS Kesehatan Kantor Pusat                                                                    

+62 21 424 6063                                                

humas@bpjs-kesehatan.go.id

Pertemuan Manajemen Rumah Sakit dan DPM untuk Optimalisasi Sistem Rujukan Berjenjang

Upload Date : 10 Sep 2014

JAKARTA, 10 SEPTEMBER 2014 – Dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi rumah sakit dan Dewan Pertimbangan Medik (DPM), BPJS Kesehatan menggelar Pertemuan Nasional Manajemen Rumah Sakit dan  DPM 2014. 

Kegiatan yang berlangsung pada 10 – 12 September di Bandung ini akan dibuka oleh Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dan diikuti oleh Tim DPM Pusat, DPM Provinsi serta sejumlah direktur rumah sakit 
pemerintah dan swasta.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan sistem rujukan berjenjang pelayanan kesehatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus menjadi sarana diskusi, berbagi pengalaman dan mencari solusi atas permasalahan terkait pelaksanan JKN.

“Untuk menyukseskan pelaksanan JKN serta kendali mutu dan biaya yang berdampak kepada sustainibilitas BPJS Kesehatan, maka sistem rujukan berjenjang mutlak dilakukan. Sehubungan dengan hal itu, perlu koordinasi antara BPJS Kesehatan dengan pihak-pihak terkait sehingga tercipta persepsi, pemahaman yang sama, dan kesadaran akan pentingnya sistem rujukan berjenjang dilaksanakan secara optimal,” jelasnya.
 
Melalui Pertemuan Manajemen Rumah Sakit dan DPM, BPJS Kesehatan juga berharap mendapatkan masukan tentang pelaksanaan JKN yang bisa dijadikan rekomendasi untuk diusulkan kepada regulator. 

“Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi khususnya kepada internal BPJS Kesehatan terkait terbitnya beberapa regulasi baru,” kata Fachmi.

Acara pertemuan Manajemen Rumah Sakit dengan DPM ini akan diisi oleh sejumlah rapat dan diskusi antara lain tentang kendali mutu dan biaya di era JKN, evaluasi pelaksanaan program JKN, serta peran 
rumah sakit dan komite medik dalam mencegah inefisiensi biaya pelayanan kesehatan dengan menghadirkan para pembicara di antaranya Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes RI, 

Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), para direktur rumah sakit dan akademisi. 

Tak hanya itu, acara tersebut juga menghadirkan pembicara dari KPK sebagai salah satu narasumber dalam rangka pencegahan fraud dalam pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan

***********
Informasi lebih lanjut hubungi:
Departemen Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
BPJS Kesehatan Kantor Pusat
+62 21 424 6063
humas@bpjs-kesehatan.go.id

Tingkatkan Peran Faskes Lanjutan Lewat Hospital Awards

Upload Date : 08 Sep 2014

JAKARTA, 8 SEPTEMBER 2014 –  Sebagai upaya meningkatkan peran dan fungsi fasilitas kesehatan tingkat lanjutan khususnya Rumah Sakit (RS) Vertikal dalam memberikan pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan bersama dengan Kementerian Kesehatan menggelar Hospital Awards The Best Role Model RS Vertikal 2014. Ajang pemberian penghargaan ini sekaligus bentuk apresiasi kepada RS vertikal yang menjadi mitra dan mendukung BPJS Kesehatan.

 

“Keberhasilan program JKN tidak bisa lepas dari dukungan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan selaku mitra BPJS Kesehatan. Karena itu, perlu terus ditingkatkan peran dan fungsinya dalam memberikan pelayanan dalam rangka kendali mutu sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan JKN,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris pada saat acara pemberian penghargaan  Hospital Awards The Best Role Model RS Vertikal 2014 di Jakarta, Senin (8/9).

 

Penghargaan Hospital Awards The Best Role Model RS Vertikal 2014diberikan berdasarkan hasil penilaian dari Tim Penilai yang terdiri atas BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan. Parameter yang dijadikan kriteria penilaian mencakup sistem pendaftaran, sistem pelayanan terhadap peserta, sistem penagihan klaim dan sistem penanganan keluhan peserta program JKN.   

 

Tim Penilai sebelumnya melakukan kunjungan lapangan untuk mengecek self assessment yang telah diisi oleh masing-masing rumah sakit selama periode 11 – 29 Agustus 2014. Tim Penilai kemudian menetapkan pemenang berdasarkan dua kategori, yaitu Kategori RS Umum dan Kategori RS Khusus.

 

Juara Kategori RS Umum adalah:

Juara I         :    RSUP Sanglah Bali

Juara II        :    RSU Fatmawati Jakarta Selatan

Juara III      :    RSUP Karyadi Semarang

 

Juara Kategori RS Khusus:

Juara I         :    RS Orthopedi Surakarta

Juara II        :    RS Jiwa Radjiman W (Lawang), Malang

Juara III      :     RS Jantung Harapan Kita, Jakarta

 

***********

 

 

Informasi lebih lanjut hubungi:

Departemen Komunikasi dan Hubungan Masyarakat

BPJS Kesehatan Kantor Pusat                                                                    

+62 21 424 6063                                                

humas@bpjs-kesehatan.go.id