Siaran Pers

Judul File BPJS Kesehatan Layangkan Tuntutan Ujaran Kebencian Ke Salah Satu Pengguna Media Sosial
Keterangan

Jakarta (18/09/2018) : BPJS Kesehatan layangkan tuntutan penyebaran ujaran kebencian (hatespeech) kepada salah satu pengguna akun media sosial yang dinilai mendiskreditkan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat. Tuntutan ini langsung dihadiri oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan di Kantor Bareskrim Jakarta Pusat, Selasa (18/09).

“Hal ini terpaksa kita lakukan tak lain untuk mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak dalam penyebaran informasi yang salah, menghasut dan memprovokasi, mencemarkan nama baik dan menyebarkan berita bohong. Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan merupakan salah satu program strategis nasional yang sejak kehadirannya memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Tidak selayaknya ujaran kebencian ini merebak di sosial media, menimbulkan sinisme dan pesimisme publik,” jelas Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris.

Fachmi menambahkan, ujaran kebencian ini bisa meresahkan masyarakat. Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kapolri soal penanganan ujaran kebencian atau hate speech Nomor SE/06/X/2015, pada huruf (i), disebutkan bahwa "dengan memperhatikan pengertian ujaran kebencian di atas, perbuatan ujaran kebencian apabila tidak ditangani dengan efektif, efisien, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, akan berpotensi memunculkan konflik sosial yang meluas, dan berpotensi menimbulkan tindak diskriminasi, kekerasan, dan atau penghilangan nyawa".

“Program JKN-KIS harus kita jaga betul, walaupun Pemerintah terus mendapat tantangan dalam perbaikan sistem, jangan sampai program yang amat mulia tujuannya ini menjadi momok yang meresahkan masyarakat. Keberhasilan program JKN-KIS membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat,” tegas Fachmi.

Fachmi juga mengingatkan, agar masyarakat saat ini harus lebih selektif dalam memilih dan menangkap informasi. Menurutnya masyakarat harus siap memperkaya wawasan meluaskan pandangan khususnya di era disruption. Apabila tidak yakin lakukan pengecekan dan konfirmasi melalui kanal-kanal pengaduan masyarakat.

Saat ini BPJS Kesehatan siap memberikan pelayanan informasi dan pengaduan melalui kanal 1500-400 selama 24 jam setiap hari, Mobile JKN, Website www.bpjs-kesehatan.go.id dan akun media sosial resmi BPJS Kesehatan.

Fachmi berharap ke depan masyarakat dapat menjadi pengguna media sosial yang baik, dalam hal memberikan masukan yang konstruktif disalurkan secara santun, diperkaya dengan data, dan melalui kanal-kanal serta cara yang baik dan efektif.

“Kami sangat terbuka pada masukan konstruktif dari semua pihak. Namun apabila penyampaiannya tidak sesuai dengan fakta sebenarnya, dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat hal ini sangat disayangkan. Perbanyak croscheck, cover all side atau pemeriksaan menyeluruh akan informasi diharapkan menjadi pegangan dalam mengonsumsi informasi,” himbau Fachmi.

Penerbit Humas
Penulis Humas
Tahun 2018
Upload Date 2018-09-18
Lihat 441