Dukungan Asosiasi Faskes Menuju Universal Health Coverage

Penulis : Humas Dibaca : 5043 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 18 Oct 2017 16:07:56
Jakarta (18/10/2017) : Cita-cita terwujudnya cakupan kesehatan semesta atau universal health coverage /UHC di tahun 2019 Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Termasuk di dalam asosiasi fasilitas kesehatan yang memiliki peran strategis khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan fasilitas kesehatan baik di tingkat pertama maupun tingkat lanjutan.

“Tantangan implementasi Program JKN-KIS saat ini salah satunya adalah mendorong Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk memperbaiki mutu pelayanan bagi peserta JKN-KIS. Tidak bisa dipungkiri pelaksanaan di lapangan masih memerlukan perbaikan bersama terutama pada area mutu layanan kesehatan, tentu saja kita terus mengupayakan agar semakin lebih baik ke depan. Peran asosiasi faskes seperti Persi sangat penting untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, saat menjadi narasumber Seminar Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) bertemakan Kesiapan BPJS Kesehatan Menghadapi UHC 2019 di Jakarta Convention Center - Senayan (18/10).

Fachmi mengatakan, juga diperlukan komitmen pelaksanaan serta pengawasan menyeluruh manajemen rumah sakit dalam menata proses perubahan menuju standar kualitas pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Lalu seperti apa dukungan asosiasi faskes mewujudkan hal tersebut.

“Asosiasi diharapkan dapat mendorong FKRTL secara konsisten  menerapkan pelayanan yang efisien efektif dan berkualitas melalui penerapan kaidah-kaidah evidence based , menetapkan standardisasi pelayanan medis berbasis mutu dan patient safety, serta  melakukan monitor dan evaluasi pelayanan medis bagi peserta JKN-KIS. Asosiasi juga diharapkan dapat turut aktif dalam implementasi clinical governance untuk menerapkan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien,” papar Fachmi.

Fachmi menambahkan peran lain yang tak kalah terpenting diharapkan asosiasi faskes dapat secara aktif memberikan rekomendasi perbaikan program JKN-KIS kepada Pemerintah, BPJS Kesehatan dan FKRTL.

Sampai dengan 13 Oktober 2017 sebanyak 5.624 FKRTL telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan yang terdiri atas 2.247 Rumah Sakit (54 % di antaranya milik swasta), 2.366 Apotek, serta 1.011 Optik. Sementara itu jumlah Rumah Sakit Online teregister di Kementerian Kesehatan sampai dengan 1 September 2017 adalah 2.724 FKRTL dimana sebanyak 2.247 FKRTL diantaranya sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

File :