Pangkas Antrian Pasien JKN-KIS, RS dr. Soetomo Ciptakan Inovasi Ini

Penulis : Humas Dibaca : 1708 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 10 Apr 2018 00:00:00
Surabaya (10/04/2018) - Sejak Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan Badan Penyelenggaran Jaminan Nasional Kesehatan (BPJS Kesehatan) resmi beroperasi mulai 1 Januari 2014 silam, tidak dipungkiri bahwa tingkat kunjungan di rumah sakit pemerintah maupun swasta terjadi peningkatan kunjungan jumlah pasien. Banyak masyarakat yang menyadari manfaat lebih yang di berikan setelah menjadi peserta JKN, sehingga berdampak terhadap pelayanan kesehatan di masyarakat yang merupakan bentuk nyata bahwa kontribusi JKN-KIS memang ditujukan bagi pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Dampak JKN-KIS terbesar yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia karena menjadi lebih sehat dan berumur lebih panjang. Kondisi itu mendorong peningkatan produktifitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka panjang.

Tetapi hal itu akan sulit terwujud, apabila tidak di dukung oleh mitra BPJS Kesehatan khususnya pelayanan dan sistem antrian yang transparan di rumah sakit. Karena hingga saat ini masih ditemui keluhan dari peserta mengenai antrian yang panjang di rawat jalan dan kamar ruang rawat inap yang penuh. Oleh karena itu, rumah sakit pun diharapkan mampu mengembangkan berbagai terobosan guna memperingkas waktu antrian pasien.

"Kami ada sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM). Melalui sistem tersebut, pasien dapat mencetak jaminan pelayanan secara mandiri, cukup dengan men-scan atau mengetik nomor kartu JKN-KIS-nya, maka otomatis Surat Eligibilitas Peserta (SEP) akan terbit. Dengan jumlah kunjungan pasien rawat jalan di RS dr. Soetomo sekitar 2 ribuan, maka 5 mesin APM ini bisa membantu untuk mengurai antrian meskipun sudah ada 16 loket di rawat jalan," tutur Wakil Direktur Penunjang Layanan Medik, Hendrian D Soebagio saat dikunjungi Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Timur Handaryo.

Handaryo pun mengungkapkan bahwa sebagai pusat rujukan rumah sakit di wilayah Indonesia Timur, RS dr. Soetomo perlu diapresiasi karena sudah mengembangkan sistem antrian secara online dan fingerprint, mengingat rumah sakit ini merupakan kiblat pelayanan kesehatan bukan hanya di wilayah Jawa Timur tetapi juga di Indonesia Timur.

 Sampai saat ini sudah ada 485 rumah sakit di Indonesia sudah menerapkan pendaftaran online melalui web, aplikasi, sms atau media pesan whatsApp. Sehingga mutu pelayanan bisa lebih maksimal dan pasien JKN-KIS tidak perlu berlama-lama menunggu di rumah sakit,” tutup Handaryo.

File :