BPJS Kesehatan Dinobatkan 30 Instansi Paling Kreatif Versi SWA

Penulis : Humas Dibaca : 139 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 10 May 2018 00:00:00
Jakarta (10/05/2018): BPJS Kesehatan sabet penghargaan “Indonesia Most Creative Company 2018” di acara penganugerahan “Outstanding Corporate Innovator” dan “Indonesia Most Creative Company”. Acara tersebut berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta Rabu (02/05).

Penghargaan ini merupakan hasil riset dari Majalah SWA bekerjasama dengan PPM Manajemen untuk beberapa BUMN, anak BUMN dan swasta. Riset tersebut berpatokan pada kreativitas, inovasi dan terobosan unik pada masing-masing perusahaan di bidang kerjanya. Penghargaan tersebut dihadiri Chief Editor Majalah SWA Group Kemal E. Ghani. Bersama dengan BPJS Kesehatan, terdapat juga 29 perusahaan menerima apresiasi serupa dan menyandang predikat “Mereka Yang Tak Henti Berkreasi”.

BPJS Kesehatan dinilai dapat mengembangkan inovasi dan kreativitas dengan mengembangkan pola keagenan dan beragam saluran untuk penghimpunan dana peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), dengan menggandeng perbankan, koperasi, minimarket dan agen perorangan. Selain itu hadirnya aplikasi Mobile JKN juga dinilai suatu inovasi uang memudahkan peserta JKN-KIS untuk melakukan kegiatan administrasi di manapun dan tanpa batas waktu (self service).

Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat, sebagai perwakilan yang menerima penghargaan tersebut mengungkapkan apresiasinya kepada pihak penyelenggara. Menurutnya penilaian terhadap kinerja perusahaan atau lembaga pelayanan publik konsisten dilakukan untuk terus mendorong akan pengembangan inovasi, kreativitas untuk melayani masyarakat semakin berkualitas.

“Penghargaan ini tentu saja tidak menjadikan BPJS Kesehatan berhenti melakukan sesuatu sampai disini. Zaman yang terus berkembang, ekspektasi masyakarat terhadap pelayanan publik kian bertambah sehingga menantang organisasi untuk terus melakukan pembaruan demi pelayanan yang lebih optimal. Kami sangat apresiasi kepada SWA dan PPM, diharapkan inovasi dan kreativitas terus kami lakukan dan dapat menggugah perusahaan atau lembaga lain melakukan hal yang sama,” ujar Nopi.

Nopi melanjutkan, untuk melayani 196 juta peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan melakukan beragai inovasi salah satunya melalui Mobile JKN. Aplikasi ini sangat mempermudah masyarakat baik yang sudah menjadi peserta JKN-KIS maupun yang belum terdaftar. Dalam aplikasi Mobile JKN terdapat berbagai macam kemudahan yaitu kemudahan membayar dan mengubah data peserta, kemudahan mengetahui informasi data peserta dan keluarga, kemudahan mengetahui informasi tagihan dan pembayaran iuran, kemudahan mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan, dan kemudahan menyampaikan pengaduan dan permintaan informasi seputar JKN-KIS. Masyarakat yang akan mendaftarkan diri dan anggota keluarganya juga tidak perlu repot lagi untuk ke kantor BPJS Kesehatan, cukup men-download aplikasi ini sudah bisa melakukan pendaftaran Program JKN-KIS.

BPJS Kesehatan juga melakukan berbagai upaya untuk terus memberikan kemudahan pembayaran iuran kepada peserta, di antaranya implementasi Kader JKN, perluasan kerjasama dengan Bank Swasta dan Bank Pemerintah Daerah (BPD), perluasan channel PPOB, tercatat jumlah channel/kanal pembayaran saat ini telah mencapai lebih dari 600.000 titik layanan, yang terdiri atas modern outlet, traditional outlet maupun perbankan, pembayaran melalui Vending Machine, E- Commerce, Mobile Aps, dan Koperasi.

Sementara itu, Kemal E. Gani, Pemimpin Umum Majalah SWA, mengungkapkan penilaian terhadap perusahaan ini dilakukan beberapa tahap. Pada tahap awal, kriterianya adalah perusahaan tersebut dimonitor paling tidak selama 1-2 tahun terakhir menjalankan inisiatif yang kreatif. Tidak hanya kreatif, kinerja perusahaan harus lebih bagus dibanding perusahaan sejenis di bidangnya. Dari proses seleksi tahap pertama ini, tim penjurian memiliki daftar indeks perusahaan Indonesia yang masuk dalam tahap kedua.

Selanjutnya dilakukan proses seleksi lagi dengan tiga variabel penilaian. Pertama yang dinilai adalah tingkat kreativitas, yaitu kemampuan perusahaan dalam berinovasi dan berkreasi, baik untuk produk maupun proses bisnis. Kedua, dampak dari inisiatif kreatif pada bisnis dan industri, yaitu sejauh apa hasil inovasi dan kreativitas tadi berpengaruh terhadap kinerja bisnis dan industri. Ketiga, sustainability, yaitu bagaimana proses kreatif tersebut bisa berkelanjutan.

“Kami secara konsisten menyelanggarakan program ini bersama dengan PPM setiap tahun. Dengan menyelenggarakan program ini, kami berharap proses inovatif dan inovasi akan terus terjadi di perusahaan-perusahaan di Indonesia. Sebab kami yakin, kalau proses tersebut terus dilakukan secara konsisten di perusahaan, dampaknya akan luar biasa bagi perkembangan perusahaan untuk menjadi lebih kokoh, lebih kompetitif dan dapat memberikan nilai tambah yang terus berkembang dan bermanfaat optimal bagi semua stakeholders bagi perusahaan,” ujar Kemal E. Gani.

File :