Penasaran dengan Program JKN-KIS, Chemonics International Kunjungi BPJS Kesehatan

Penulis : Humas Dibaca : 284 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 01 Jun 2018 00:00:00
Makassar (01/06/2018) - Sebagai salah satu lembaga negara yang terbilang cukup baru di Indonesia, tidak dapat dipungkiri bahwa BPJS Kesehatan telah mengambil peran penting dalam perkembangan kemajuan di Indonesia khususnya dalam bidang kesehatan dan ekonomi. Hal ini terbukti dari beberapa survey yang telah dilakukan oleh beberapa lembaga yang ada di Indonesia salah satunya lembaga survey ternama, Myriad Research Comitted.

Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Indonesia yang dikelola oleh BPJS Kesehatan kini juga semakin dilirik negara asing. Perkembangan jumlah peserta yang cukup pesat dan kepuasan masyarakat terhadap program ini menjadikan BPJS Kesehatan semakin dikenal baik secara nasional maupun internasional. Oleh sebab itu salah satu lembaga Internasional yang merupakan lembaga konsultasi internasional dan salah satu implementor USAID, Chemonics International Inc. melakukan kunjungan lembaga ke BPJS Kesehatan Cabang Makassar.

Kedatangan lembaga Chemonics International Inc disambut langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar, Ichwansyah Gani. Adapun dari Pihak Chemonics Interantional Inc sendiri diwakili oleh bagian Global Health Division, Catherine Clarke dan Mely yang merupakan salah satu perwakilan konsultan Chemonics Interantional Inc yang berada di Jakarta.

“Tujuan lembaga Chemonics International Inc melakukan kunjungan di BPJS Kesehatan adalah dalam rangka menghimpun informasi dan masukan untuk mengembangkan proposal kegiatan pembiayaan kesehatan (health financing activity atau disingkat HFA) yang akan didukung oleh USAID. Tujuan HFA ini adalah untuk meningkatkan efisiensi, pemerataan, prediktabilitas, dan keberlanjutan pembiayaan pemerintah Indonesia untuk kesehatan dengan membangun kapasitas di lembaga pemerintahan dan akademisi untuk menganalisis dan merancang reformasi pembiayaan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pencapaian hasil program dukungan USAID pada beberapa program prioritas seperti tuberkulosis, HIV, dan kesehatan ibu dan bayi baru lahir,” kata Mely.

Perkembangan BPJS Kesehatan dapat dilihat jelas dari jumlah kepesertaan yang telah terdaftar.  Sampai dengan Mei 2018 jumlah peserta JKN-KIS sudah mencapai 197,6 juta jiwa. Dalam hal memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan sudah bekerja sama dengan 22.085 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, Dokter Praktek Perorangan, Klinik Pratama, RS Kelas D dan Dokter Gigi), 2.379 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (Rumah Sakit dan Klinik Utama), serta 2.685 fasilitas kesehatan penunjang seperti Apotik dan Optik yang tersebar di seluruh Indonesia.

File :