Deteksi Dini Risiko Penyakit Lewat Mobile Screening

Penulis : Humas Dibaca : 715 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 07 Jun 2018 00:00:00
Muara Teweh (07/06/2018) - Kamis pagi, semangat pagi. Begitulah kata yang tepat menggambarkan petugas BPJS Kesehatan Cabang Muara Teweh saat mengawali pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di lingkungan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi, Koperasi dan UKM  Kabupaten Barito Utara. Dengan jumlah cakupan peserta yang semakin meningkat, tentu harus diiringi dengan penyampaian informasi yang dilakukan dengan menyeluruh dari desa ke desa, instansi, hingga seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya dengan menjalankan Agenda Mobile Customer Service (MCS)ke berbagai titik layanan publik yang biasanya ramai dikunjungi oleh peserta.

Hal ini disambut baik oleh Sapto, salah satu peserta yang pada saat bersamaan mengurus Kartu Pencari Kerja/AK1 di Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi, Koperasi dan UKM  Kabupaten Barito Utara.

“Tadinya saya mau ke Kantor BPJS Kesehatan tapi tak sempat kesana dan malas antri, adanya pelayanan Mobile Customer Service ini sangat membantu,” ucap Sapto.

Disampaikan Rian, salah satu petugas MCS, banyak layanan informasi yang ditawarkan BPJS Kesehatan yang wajib diketahui oleh peserta, di antaranya akses informasi melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500400 dan fitur di aplikasi Mobile JKN yang dapat digunakan untuk cek status kepesertaan, ubah data, cek lokasi fasilitas kesehatan hingga skrining riwayat kesehatan.

“Setiap peserta yang berkunjung tidak lupa kami sampaikan informasi terkait kemudahan akses layanan informasi melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500400 dan Aplikasi Mobile JKN yang dapat diunduh secara gratis melalui Playstore atau Appstore, tidak lupa juga kami mengajak peserta untuk menggunakan fitur skrining riwayat kesehatan yang dapat diakses melalui aplikasi tersebut,” jelas Rian.

Fitur skrining riwayat kesehatan pada Mobile JKN yang dikenal sebagai mobile screening bertujuan untuk mengetahui sejak dini risiko peserta terkena penyakit kronis dengan mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu juga.

Jika peserta memiliki risiko rendah, maka mereka akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari. Namun apabila dari hasil skrining, peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi Diabetes Melitus, maka akan diarahkan untuk mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar. Jika peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi ketiga penyakit yang lain (hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner), maka peserta disarankan agar melakukan konsultasi ke FKTP tempat peserta terdaftar untuk melakukan tindak lanjut atas hasil skrining riwayat kesehatannya.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati, dengan sadari pentingnya skrining riwayat kesehatan maka dampak dan risiko dari penyakit kronis dapat kita hindari,” ajak Rian.

File :