Rajin Bayar Iuran JKN-KIS Meski Tak Pernah Sakit

Penulis : Humas Dibaca : 7433 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 02 Aug 2018 00:00:00
Kediri - Setelah memarkirkan motor dua tak miliknya, Supriyadi (50) bertanya letak ruang yang dituju kepada petugas keamanan yang bertugas. Ya, hari ini Supriyadi menyempatkan diri untuk mampir ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kediri untuk berbincang-bincang mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Supriyadi bukan peserta yang telah menggunakan layanan JKN-KIS. Justru, Supriyadi tidak pernah menggunakan layanan JKN-KIS padahal telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak awal beroperasi pada Januari 2014 lalu. Dari masterfile kepesertaan BPJS Kesehatan, diketahui bahwa Supriyadi selalu tepat membayar iuran sebanyak 53 kali atau 4,5 tahun. Saat ditanya motivasinya, dengan tersenyum beliau menyatakan bahwa dirinya hanya ingin memproteksi dirinya.

“Untuk perlindungan saya sendiri dulu. Selebihnya kan akan digunakan untuk orang yang tidak mampu. Setiap membayar saya berdoa, semoga saya selalu sehat, jangan sampai saya sakit. Kalo sakit meskipun dibiayai kan tetap tidak bisa bekerja. Tidak nyaman,” ujar pria kelahiran 1968 ini.

Sayangnya, belum banyak peserta JKN-KIS yang berpemikiran sama dengan Supriyadi. Supriyadi patut menjadi contoh dari masyarakat sadar asuransi. Padahal tren yang berjalan adalah calon peserta mendaftar JKN-KIS karena dalam waktu dekat akan berobat dan membutuhkan biaya.

Supriyadi sendiri bukan orang yang bisa dikatakan sangat berkecukupan. Profesinya adalah penyedia jasa titip pembayaran tagihan. Hampir setiap hari Supriyadi menghabiskan waktunya untuk melakukan pembayaran rekening listrik, telepon, BPJS Kesehatan, pajak, dan tagihan lainnya. Satu per satu titipan diambilnya dari rumah ke rumah untuk disetorkan ke loket loket pembayaran, bukan melalui Payment Point Online Banking (PPOB).

“Tidak jarang juga saya dititipi pembayaran iuran JKN-KIS sama tetangga. Nah, misalkan ada warga nitip, ya saya sekalian bayar. Saya sisihkan sebagian dari uang jasa yang saya terima untuk bayar iuran BPJS Kesehatan. Saya tidak pernah merasa berat. Intinya saya bayar saja ikhlas, berdoa semoga sehat, berdoa biar iuran saya bisa dipakai buat mengobati peserta yang lain. Alhamdulillah sampai sekarang saya juga tidak pernah sakit, dan mudah-mudahan ya jangan sampai sakit,” tutupnya tersenyum.

File :