Ketua PERSI Provinsi Bengkulu: PERDIRJAMPELKES Tidak Atur Teknis Medis

Penulis : Humas Dibaca : 7381 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 07 Aug 2018 00:00:00
Bengkulu, Jamkesnews - Diterbitkannya beberapa Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan BPJS Kesehatan (Dirjampelkes) belum lama ini tidak berpengaruh terhadap pelayanan Kesehatan Peserta JKN KIS di Rumah Sakit RSUD dr. M Yunus. Rumah Sakit Pusat Rujukan Provinsi Bengkulu tersebut tetap memberikan pelayanan prima terharap pasien JKN-KIS yang datang setiap harinya, dr. Zulki Maulub Ritonga, Sp. An selaku kepala RSUD dr. M. Yunus menegaskan tidak ada pelayanan persalinan, Operasi Katarak dan rehabilitasi medik yang dihentikan dengan terbitnya Dirjampelkes tersebut, aturan yang diterbitkan hanya mengatur tentang ranah administrasi dan tidak mengatur tentang teknis medis.   

Ditemui disela-sela rutinitas olahraga, Direktur RSUD M Yunus Bengkulu menyempatkan waktu memberikan tanggapan terhadap isu yang sedang marak mengenai Perdirjampelkes BPJS Kesehatan. “Kami telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sejak awal terbentuknya, bahkan dari sebelumnya BPJS Kesehatan masih sebagai PT Askes (Persero). Sampai dengan ini dapat saya sampaikan belum ada pelayanan yang berubah di RSUD dr. M Yunus. Rumah sakit kami masih tetap dengan komitmen yang sama, yaitu memberikan pelayanan sesuai dengan kelengkapan sarana dan SDM kami. Satu hal yang saya garis bawahi adalah, sebagai pelayan kami melaksanakan seluruh kebijakan yang ada baik itu dari Kementrian Kesehatan, PERSI, dan juga Komite Akreditasi. Pada prinsipnya kualitas mutu pelayanan pada pasien menjadi target utama kami,” jelas Zulki.

Zulki yang juga merupakan Ketua PERSI Provinsi Bengkulu ini menyampaikan terkait dengan keluarnya ketiga Perdirjampelkes ini. “Kami tetap memberikan Pelayanan Kesehatan kepada pasien, baik itu mengenai pelayanan pasien katarak, pelayanan persalinan dan juga rehabilitasi medik atau fisioterapi, tanpa mengurangi mutu pelayanan yang ada. Kepada masyarakat dapat kami sampaikan, tidak perlu khawatir, silakan datang ke tempat pelayanan kesehatan / unit terkait baik itu rumah sakit dan yang lainnya. Karena ketiga Perdirjampelkes ini tidak ada yang membatasi ataupun yang menghentikan pelayanan, untuk semua lini pelayanan semua berjalan. Pemberi pelayanan akan tetap memberikan pelayanan kesehatan baik itu pelayanan katarak, persalinan, dan rehabilitasi medik dengan tetap mengedepankan mutu layanan,” tambah Zulki.

Di akhir kesempatan dr Zulki menyatakan harapannya agar Program JKN-KIS dapat terus berjalan karena memang memberikan dampak manfaat yang besar bagi kesehatan masyarakat.

RSUD dr. Yunus merupakan Rumah Sakit Pusat Rujukan di Provinsi Bengkulu dengan tipe Rumah Sakit Kelas B, dimana kunjungan pasien JKN-KIS setiap per bulan Juli 2018 sebanyak 5002 kasus Rawat Jalan tingkat Lanjutan  dan 934 Kasus Rawat Inap Tingkat Lanjutan. (rw/dw)

File :