Gandeng Dewan Masjid Indonesia Sebagai Mitra Sosialisasi, BPJS Kesehatan Gelar Pelatihan

Penulis : at Dibaca : 6383 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 09 Dec 2014 09:57:12
Jakarta - Sebagai langkah untuk memperluas sosialisasi program jaminan sosial dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), BPJS Kesehatan melakukan pelatihan kepada anggota Dewan Masjid Indonesia (DMI), Sabtu (6/12) lalu. Pelatihan yang bertajuk “Training of Trainers Jaminan Kesehatan BPJS Kepada Dewan Masjid Indonesia” tersebut diselenggarakan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat.

 “Program BPJS Kesehatan ini untuk masyarakat. Karena itu kita butuh dukungan tokoh-tokoh masyarakat dan salah satu yang kita nilai efektif adalah Dewan Masjid Indonesia. Bapak dan ibu di DMI pastinya sering menerima pertanyaan seputar BPJS Kesehatan. Kami ingin mereka bisa membantu kami untuk menjelaskan,” ujar Sri Endang Tridarwati Wahyuningsih, Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan usai membuka program pelatihan.

Lebih lanjut Endang menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan kelanjutan dan langkah nyata dari MOU kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan Dewan Masjid Indonesia. MOU tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan DR. dr. Fahmi Idris dan Jusuf Kalla sebagai ketua Dewan Masjid Indonesia tahun 2013 silam.

Sebanyak 250 anggota Dewan Masjid Indonesia yang terdiri atas pengurus masjid, kader program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), guru PAUD dan tokoh terpandang di masjid diundang untuk hadir dalam pelatihan ini. Mereka datang dari berbagai wilayah seperti Jakarta, Lebak, Tangerang Selatan, Tangerang, dan Bekasi.

Adapun materi yang disampaikan adalah mengenai kepesertaan dan iuran anggota BPJS Kesehatan, hak dan kewajiban yang dapat diperoleh anggota hingga manfaat jaminan kesehatan BPJS. Selain itu, mengenai mekanisme program Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang merupakan program pemerintah pusat untuk memberdayakan dan memberi perlindungan terhadap masyarakat miskin di Indonesia.

Melalui pelatihan ini diharapkan anggota Dewan Masjid Indonesia sebagai tokoh masyarakat dapat menjadi sumber informasi yang akurat mengenai program jaminan kesehatan BPJS dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Jika setiap masyarakat dapat memperoleh informasi yang mudah mengenai program tersebut diharapkan kedepannya semakin banyak lagi anggota masyarakat yang menjadi peserta dan terlindungi BPJS Kesehatan.

“DMI memiliki peran sebagai katalisator atau jembatan antara pemerintah dengan masyarakat dalam hal mensosialisasikan program jaminan kesehatan ini. Masjid adalah tempat dimana orang berkumpul dan berinteraksi. Kita punya 300.000 masjid, dan misalkan saja setiap Jumat ratusan juta orang berkumpul di masjid. Sehingga masjid dan tokoh-tokoh pengurusnya dapat jadi media yang baik untuk sosialisasi,” ujar Sekjen Dewan Masjid Indonesia, Imam Addaruqutni.

Untuk mendukung terlaksananya program jaminan sosial dan jaminan kesehatan pemerintah, Dewan Masjid Indonesia telah memiliki sejumlah kegiatan di 300 Kabupaten yang menjadi cakupannya. Beberapa di antaranya adalah program Pengembangan Perilaku dan Kebiasaan Hidup Sehat berbasis masjid, pelatihan kader kesehatan masjid dan pelatihan kepada guru PAUD yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Pelatihan tersebut juga seringkali digunakan untuk mensosialisasikan program jaminan kesehatan BPJS Kesehatan. Usai pelatihan ini Dewan Masjid Indonesia mengusahakan agar pengurus masjid dapat menjadi sumber informasi mengenai BPJS Kesehatan dan membantu pendaftaran bagi siapa saja ingin menjadi anggota BPJS.

 “Harapan kita sama dengan BPJS Kesehatan yaitu lebih banyak lagi masyarakat yang sadar untuk menjaga kesehatan, sadar manfaat jaminan kesehatan dari jauh-jauh hari. Dengan konsep gotong royong BPJS Kesehatan secara tidak langsung kita menjadi dermawan. Membantu yang sedang membutuhkan ketika kita tidak sedang menggunakan dana BPJS yang kita iurkan. Anggap saja dana tabbarukh,” lanjut Imam.

Saat ini sebanyak 131,8 juta penduduk Indonesia telah menjadi anggota BPJS Kesehatan. Namun, kegiatan sosialisasi tidak akan berhenti sebab BPJS Kesehatan mentargetkan pada tahun 2019 seluruh penduduk Indonesia memiliki jaminan sosial dan kesehatan dari BPJS. “Kami berharap DMI dapat menjadi mitra sosialisasi kami untuk seterusnya. Jadi masyarakat kalau butuh informasi tahu larinya ke mana,” ujar Endang.

Agar masyarakat yang telah menjadi anggota dapat terlindungi dengan baik, BPJS Kesehatan juga telah melakukan banyak perbaikan. Mulai Oktober 2014 lalu, BPJS menambah jumlah titik layanan seperti divisi regional, kantor cabang dan KLUK untuk melayani pendaftaran offline dan mengurusi kebutuhan keanggotaan lainnya.

Selain itu BPJS juga mempermudah proses pembayaran iuran melalui kerjasama sinergis dengan sejumlah perusahaan perbankan seperti bank mandiri, BNI dan BRI. Sementara untuk mempercepat respon terhadap keluhan dan pertanyaan masyarakat saat ini BPJS tengah menambah jumlah armada customer service untuk melayani di Pusat Layanan Informasi BPJS. “Jujur kami juga sangat mengharapkan masyarakat sadar untuk daftar BPJS. Tetapi dari jauh-jauh hari jangan setelah sakit supaya tertangani dengan baik,” lanjutnya.

Hubungi Pusat Layanan Informasi 24 jam BPJS di (021) 500400 atau kunjungi www.bpjs-kesehatan.go.id untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai jaminan kesehatan BPJS dan KIS.


Sumber : detik.com

File :