Peserta BPJS Kesehatan di Kab.Batang Capai 3000 Jiwa

Penulis : humas Dibaca : 6962 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 17 Apr 2014 08:29:51

(dikutip dari Radar Pekalongan Online)

BATANG - Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. BPJS Kesehatan merupakan lembaga baru yang menggantikan PT Askes. Untuk peserta eks Jamkesmas yang dikategorikan miskin, akan menerima bantuan iuran dari APBN Rp 19.255 per bulan. Eks Jamkesmas ini akan menjadi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan nasional (PBI-JKN).

Hal tersebut disampaikan dr Muchlasin selaku Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Batang pada Sosialisasi BPJS Kesehatan, di Pendopo Kantor Bupati setempat, Selasa (15/4), yang diikuti Puskesmas serta Kepala Desa se Kabupaten Batang. Disampaikan juga bahwa pemerintah mendaftarkan PBI-JKN sebagai peserta kepada BPJS Kesehatan dan iuran dibayarkan oleh Pemerintah.

“Untuk pemegang kartu Jamkesda, diharapkan pada tahun 2016 Jamkesda dapat menjadi PBI-JKN. Diharapkan agar Pemerintah Pusat dan BPJS dapat memberikan pelayanan kesehatan secara berkualitas melalui program ini,” ujar Muchlasin.

Dikatakan juga bahwa Pemerintah Pusat diharapkan dapat meningkatkan fasilitas dan tenaga kesehatan. Saat ini fasilitas dan tenaga kesehatan masih minim, terutama pada unit layanan tingkat I seperti klinik dan puskesmas. Hal itu merupakan hambatan tersendiri bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan yang berkualitas.

Pemkab Batang sendiri terus berupaya meningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat. Saat ini tengah berupaya menaikkan tipe RSUD Batang, dari Tipe C menjadi Tipe B. Tahun ini juga sedang melaksanakan pembangunan ruang rawat inap senilai Rp 6 Milyar, ruang penunjang medik dua lantai senilai Rp 3,2 Milyar dan poliklinik dua lantai senilai Rp 2 Milyar.

“RSUD Batang sekarang memiliki delapan alat hemodialisa (cuci darah) guna melayani pasien penderita sakit ginjal. Kita juga tengah berupaya membangun RS Limpung. Sementara 21 Puskesmas yang dimiliki Pemkab Batang akan terus kita tingkatkan pelayanannya. Dengan upaya-upaya ini, kita berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai harapan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Cabang Pekalongan Diding Lukmana, menjelaskan, program BPJS bukan merupakan program baru, tapi hanya ruang lingkup kepesertaanya yang baru. Dulu masih menggunakan nama PT ASKES dan hanya melayani PNS, TNI, Polri dan Jamsostek saja, tapi sekarang setelah menjadi BPJS melayani seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami tidak hanya melayani PNS saja, tapi juga non PNS atau semua masyarakat Indonesia dan akan selesai pada tahun 2019. Bagi masyarakat umum yang mau mengikuti program BPJS Kesehatan, untuk pekerja harus didaftrakan oleh pemberi kerja atau perusahaan,” jelas Diding.

Lanjutnya, manakala bukan pegawai informal boleh mendaftar secara pribadi ke kantor BPJS dengan mengisi formulir data pibadi serta membayar iuran dan langsung terbit kartunya serta langsung bisa digunakan. Untuk iuran yang harus dibayar peserta BPJS umum besarnya tergantung dengan kelas rawat, untuk kelas III harus membayar iuran Rp 25.500 perbulan dan perjiwa, untuk kelas II Rp 42.500.dan untuk kelas I Rp 59.000.

Respon masyarakat untuk menggunkan program BPJS sangat baik, hal ini bisa dilihat dari jumlah pendaftar peserta BPJS yang setiap hari mencapai 70 orang yang mendaftar, untuk wilayah 7 orang perhari mencapai 500 orang pendaftar. “Untuk Kabupaten Batang, peserta BPJS Kesehatan dari umum sudah mencapai 3.000 peserta,” katanya. (rul)

 


File :