Pendaftar BPJS Mandiri di Kota Tarakan Tembus 14.105 Jiwa

Penulis : humas Dibaca : 6619 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 17 Apr 2014 08:47:09

TARAKAN- Dinas Kesehatan Kota Tarakan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang memiliki antusias cukup tinggi terhadap pendaf-taran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sehingga Tarakan menempati posisi tertinggi jumlah pendaftar untuk tingkat regional Kalimantan sebanyak 14. 105 jiwa.


Menurut Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Jaminan Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan, Agustina Patimang, regional Kaliman mencakup lima provinsi di pulau Kalimantan yakni Kaltim, Kalbar, Kalteng, Kalsel dan Kaltara. “Antusias masyarakat yang tinggi ini patut mendapatkan apresiasi, selain itu tingginya jumlah pendaftar BPJS mandiri juga berkat upaya yang dilakukan Pemkot Tarakan melalui Dinkes serta beberapa instansi terkait, diantaranya ketua RT, Lurah, Camat, Kader Posyandu, temen – temen wartawan dan semua pihak yang melakukan sosialisasi BPJS Kesehatan,” terangnya, Rabu (16/4).


Dengan tingginya animo masyarakat menjadi peserta BPJS Kesehatan, pada 2015 diharapkan seluruh masyarakat Tarakan dapat ter-cover di ja-minan kesehatan, sehingga tidak kebingungan dan kesulitan biaya berobat di rumah sakit karena telah ditanggung oleh BJPS Kesehatan. “Saya tekankan  asuransi kesehatan apapun jenisnya termasuk BPJS Kesehatan sangatlah penting, karena semua biaya berobat kita di rumah sakit telah ditanggung oleh pemerintah maupun perusahaan asuransi, sehingga saat berobat tidak perlu mencari uang untuk membayar dokter dan menebus obat,” ungkapnya.


Bagi pendaftar BPJS Kesehatan secara mandiri diwajibkan membayar iuran bulanan sebesar Rp25.500 untuk layanan kelas III, Rp42.500 untuk pelayanan kelas II dan Rp59.900 untuk layanan kelas I. Sedangkan untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang masuk dalam kriteria warga kurang mampu, telah ditanggung oleh Pemerintah melalui Surat Keputusan (SK) Walikota Tarakan dengan jumlah 7.873 jiwa, jumlah ini masih bisa bertambah jika ada masyarakat yang memenuhi kriteria miskin. “Tim verifikasi masih terus melakukan pendataan di lapangan dengan terjun secara langsung melihat kondisi reel keluarga yang mengaku miskin, kita akan cocokan dengan 17 kriteria penilian yang telah ditetapkan oleh Pemerintah pusat maupun daerah. Jika tidak memenuhi 17 kriteria tim berhak menolak pengajuan PBI, meskipun demikian kita tidak pernah menutup diri bagi warga yang ingin menjadi peserta PBI,” ucapnya. (yan/adv)


File :