Jadi Provider BPJS Kesehatan, RST Dompet Dhuafa Hemat Anggaran Rp 2 Miliar Per Bulan

Penulis : humas Dibaca : 9315 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 25 Apr 2014 08:53:54

(Dikutip dari beritasatu.com)

Jakarta - Sejak Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mulai beroperasi pada 1 Januari 2014, Rumah Sehat Terpadu (RST) yang merupakan fasilitas layanan kesehatan gratis milik Dompet Dhuafa langsung menjadi provider BPJS Kesehatan.

Dr Yahmin Setiawan, Direktur RST Dompet Dhuafa mengatakan, kerja sama yang terjalin ini bisa memberi peluang bagi RST untuk meningkatkan pelayanan. Dengan menjadi provider BPJS Kesehatan, RST bisa mendapatkan sumber dana lain dari BPJS Kesehatan, sehingga sumbangan para donatur yang selama ini digunakan untuk biaya operasional rumah sakit bisa dialihkan untuk peningkatan pelayanan.

"Sebelum menjadi provider BPJS Kesehatan, dana yang dibutuhkan RST untuk biaya operasional setiap bulannya mencapai sekitar Rp 2 miliar. Tahun 2013 lalu, dana yang dibutuhkan mencapai Rp 25 miliar dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 70.000 orang. Artinya dengan kerjasama ini, dana yang diberikan BPJS Kesehatan melalui mekanisme INA-CBGs bisa kita maksimalkan untuk pengembangan rumah sakit," kata Yahmin Setiawan di Jakarta, Kamis (24/4).

Untuk fasilitas kesehatan (faskes) tingkat dasar yang dimiliki Dompet Dhuafa seperti Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) atau klinik yang tersebar di 10 provinsi, Pos Sehat, dan juga Gerai Sehat, semua itu juga sedang dalam proses menjadi provider BPJS Kesehatan. "Untuk project awal, kerjasama terlebih dahulu akan dilakukan oleh LKC di Banten," tambahnya.

Selain itu, lanjut Yahmin, kerjasama juga dilakukan dalam bentuk sosialisasi. "Kami akan terus mengedukasi sekitar 30.000 kepala keluarga (KK) anggota Dompet Dhuafa di kawasan Jabotabek yang memiliki Jamkesmas dan jadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk menggunakan fasilitas itu," imbuh dia.

Bagi masyarakat dhuafa yang belum menjadi peserta PBI dan belum ditanggung oleh Jamkesda, Dompet Dhuafa menurutnya juga telah mendaftarkan 115 kaum dhuafa di wilayah Bogor sebagai peserta mandiri BPJS Kesehatan serta membayarkan preminya setiap bulan.

"Kami akan memilih kembali calon-calon peserta mana saja yang mestinya dapat ditanggung oleh dana zakat. Namun kami juga akan terus mengadvokasi supaya nantinya mereka juga mendapatkan haknya sebagai penerima PBI di anggaran JKN selanjutnya," tambah Yahmin.

Penulis: Herman/NAD


File :