Komitmen dan Kerja Keras Kunci Surplus RS Mardi Waluyo Kelola JKN Testimoni drg. Budiono - Direktur RS Mardi Waluyo, Lampung

Penulis : Humas Dibaca : 12413 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 05 Oct 2015 09:55:45

Komitmen dan Kerja Keras  Kunci Surplus RS Mardi Waluyo Kelola JKN

Testimoni drg. Budiono  - Direktur RS Mardi Waluyo, Lampung

Metro (05/10/2015): Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, lambat laun makin memberikan dampak positif khususnya di ranah pelayanan kesehatan. Ditengah segala perbaikan untuk penyempurnaan program, kini baik peserta maupun fasilitas kesehatan sebagai mitra kerja BPJS Kesehatan mulai merasakan nilai tambah dalam menjalankan amanat undang-undang ini.

Direktur RS Mardi Waluyo drg. Budiono MARS, menuturkan dengan adanya JKN, berimbas positif pada peningkatan pendapatan, seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit mendapatkan jasa pelayanan yang setimpal, hal ini dibuktikan dengan naiknya persentase survei kepuasan karyawan sebelumnya 70% sekarang menjadi 80%, dan sejatinya tidak lepas dari pelayanan yang ramah, setulus hati dan sesuai ketentuan yang berprinsip kendali mutu dan kendali biaya, serta tidak lupa “Kerja Keras”.

Dokter yang juga merupakan seorang peselancar profesional mengungkapkan, manajemen rumah sakit sudah mempersiapkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan sangat matang. Sebelum melayani peserta Jamkesmas, RS Mardi Waluyo sudah memperkenalkan program yang bernama “Gakin Waluyo”, yang pengelolaan sistem pembayarannya dapat langsung menyesuaikan di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Bila dilihat dari sudut pandang ekonomi pendapatan bersih yang diterima rumah sakit bisa mencapai 30-40% dari klaim yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan, dan tentu saja hal ini tidak lepas dari bertambah banyaknya jumlah pasien BPJS Kesehatan. Rumah sakit pun bisa surplus dan selanjutnya digunakan untuk pengembangan rumah sakit, ” papar ayah 2 anak ini.

Lebih lanjut drg. Budiono mengungkapkan, pengembangan rumah sakit ini dipersiapkan dengan tujuan untuk kemajuan pelayanan kesehatan khususnya untuk pesertaan BPJS Kesehatan yang lebih banyak lagi di tahun mendatang. Karena faktanya dengan adanya program JKN melalui BPJS Kesehatan, jumlah pasien di Rumah Sakit sudah 90% memakai kartu BPJS Kesehatan, dan sisanya 10 % pasien umum.

“JKN yang dikelola BPJS Kesehatan ini secara tidak langsung juga membantu pemerintah mengurangi pengangguran khususnya di wilayah Lampung, betapa tidak  jumlah pegawai di RS Mardi Waluyo sebanyak 400 orang sebelum JKN, dan sekarang sudah mencapai 600 orang,” celoteh Dokter yang pernah menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan untuk 15 Rumah Sakit terbaik seluruh Indonesia dengan kategori “pelayanan Jamkesmas” tahun 2012.

Dokter gigi ini juga menekankan pada prinsipnya manajemen rumah sakit yang kuat, inovatif serta berani dalam mengelola sistem ini pasti akan surplus dan senang yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan melalui sistem yang saat ini ada.

“Salah satu kunci keberhasilan sebuah rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan adalah ‘Komitmen’ mensukseskan JKN melalui BPJS Kesehatan, dengan memberikan pelayanan tanpa iur biaya kepada peserta, tidak membeda-bedakan jenis kepesertaan BPJS Kesehatan, semua diperlakukan sama, serta pengelolaan yang baik, pasti rumah sakit tersebut akan berkembang dengan baik, ” papar dokter gigi lulusan UGM ini. 

File :