BPJS Kesehatan Gandeng Tiga Manajer Investasi Jalankan Skema Endowment Fund

Penulis : Humas Dibaca : 6620 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 24 Nov 2016 12:03:15

 JAKARTA (23/11/2016): Sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 1 Tahun 2016, BPJS Kesehatan wajib menempatkan investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) paling rendah 30% dari seluruh jumlah investasi BPJS Kesehatan. Adapun penempatan investasi pada SBN tersebut melalui reksadana. Untuk menunaikan mandat tersebut sekaligus untuk menjaga keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Indonesia-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan siap menjajaki kerja sama dengan tiga manajer investasi terkemuka di Indonesia, yakni PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Bahana TCW Investment Management, serta PT Danareksa Investment Management.

 

Komitmen BPJS Kesehatan untuk bersinergi dengan ketiga manajer investasi tersebut ditandai melalui acara “Peresmian Kerja Sama Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap Indonesia Sehat yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (23/11). Ketiga manajer investasi tersebut telah mendapatkan  pernyataan efektif pendaftaran Reksa Dana Pendapatan Tetap Indonesia Sehat dari OJK dengan fitur/skema endowment fund.

 

Endowment fund atau dana abadi adalah reksadana yang diterbitkan oleh manajer investasi melalui kerja sama dengan pihak tertentu, yang hasilnya digunakan untuk mendanai kegiatan-kegiatan sosial dan bersifat non-profit. BPJS Kesehatan selaku badan hukum publik yang memiliki prinsip nirbala, bekerja sama dengan manajer investasi untuk menjalankan konsep endowment fund ini dalam Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK),” kata Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso dalam acara tersebut.

 

Endowment fund bertujuan sebagai wadah/sarana penghimpun dana jangka panjang yang diharapkan dapat memberikan dukungan finansial terhadap program-program sosial yang dijalankan investor. Menurut Kemal, para investor dapat memilih jenis partisipasi dalam skema endowment fund ini.

 

BPJS Kesehatan sendiri telah menandatangani Nota Kesepahaman sebagai komitmen menjadi sponsor atau investor awal dalam endowment fund Reksa Dana Pendapatan Tetap Indonesia Sehat tersebut. Dalam skema endowment fund, BPJS Kesehatan juga berlaku sebagai penerima hasil keuntungan investasi.

 

Hingga 18 November 2016, terdapat 170.954.111 jiwa penduduk Indonesia yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Adapun hingga awal November 2016, terdapat total 20.593 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bermitra dengan BPJS Kesehatan, yang terdiri atas 9.814 Puskesmas, 4.589 Dokter Praktik Perorangan, 1.157 Dokter Praktik Gigi Perorangan, 568 Klinik Polri, 710 Klinik TNI, 3.741 Klinik Pratama, dan 14 RS D Pratama. Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 5.020 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 1.999 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya 135 Klinik Utama), 2.063 Apotek, serta 958 Optik.


File :