Cerita Kader JKN, Membantu Masyarakat Lewat Hal Sederhana

Penulis : Humas Dibaca : 335 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 05 Nov 2018 08:56:12

Madiun (03/11/2018) - Ulul Sufiana merupakan ibu rumah tangga yang tangguh dan penuh dedikasi. Di usianya yang menginjak 49 tahun ini, ia tetap semangat dan penuh energi dalam menjalani kehidupannya sebagai ibu rumah tangga sekaligus sebagai Kader JKN. Bermula dari satu tahun yang lalu, ia melamar sebagai Kader JKN di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Madiun dan mulai menjalani tugasnya untuk mengabdi sebagai mitra BPJS Kesehatan di tengah-tengah masyarakat.

 

Hadirnya Kader JKN merupakan salah satu ujung tombak dalam membantu BPJS Kesehatan mengelola program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan tugas sebagai pengingat, penagih, pengumpul iuran, pemasaran sosial, kepesertaan, pemberi informasi dan juga sebagai penerima keluhan yang selanjutnya akan langsung disampaikan ke BPJS Kesehatan.

 

Dengan tidak mengesampingkan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, ia selalu memastikan kebutuhan keluarganya sudah terpenuhi sebelum berangkat ke binaannya. Barulah setelah dipastikan semuanya beres, ia berangkat ke warga binaan dengan mengenakan atribut Kader JKN. Atribut Kader JKN saat bertugas dilengkapi dengan rompi, id card, dan topi khas yang bertuliskan Kader JKN sebagai identitas para kader.

 

"Suka dukanya ada, tapi lebih banyak sukanya ya. Karena kehadiran saya membantu masyarakat yang membutuhkan informasi tentang JKN-KIS, mau melakukan pendaftaran, sekedar bertanya bagaimana cara berobat ke fasilitas kesehatan. Hal-hal begitu kelihatannya sederhana, tapi dampaknya besar bagi mereka yang benar-benar membutuhkan," kata Ulul.

 

Dalam kunjungan Duta BPJS ke kediamannya, tim Jamkesnews.com berkesempatan untuk mengikutinya berkeliling ke warga binaan Ulul di sekitar tempat tinggalnya untuk melakukan edukasi dan pemberian informasi. Tak jauh dari rumahnya, pagi itu Ulul mengunjungi warung soto Pak Sumarno. Singkat cerita, Sumarno merupakan peserta JKN-KIS dari segmen PBPU yang mempunyai tunggakan. Ulul pun mengingatkannya untuk segera membayar supaya tetap dapat menggunakan kartu JKN-KIS.

 

“Karena akhir-akhir ini sibuk, saya memang lupa belum membayar iuran JKN-KIS. Saya juga mau sekalian menambahkan anak terakhir yang belum terdaftar. Untung ada Bu Ulul yang mengingatkan, jadi saya mau melunasi tunggakan terlebih dahulu dan mendaftarkan anak terakhir saya melalui Bu Ulul. Alhamdulillah, saya sangat terbantu,” ujar Sumarno.

 

Per Oktober 2018, BPJS Kesehatan Cabang Madiun sudah bermitra dengan 52 Kader JKN yang bertugas di wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ngawi. (ar/ai)


File :