Musibah Bagi Saya, Jika Program JKN-KIS Tidak Ada

Penulis : Humas Dibaca : 1353 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 08 Dec 2018 00:00:00

Serang (8/12/2018) – Besarnya biaya pengobatan Hemodialisis  atau cuci darah di rumah sakit membuat Siti Najibun (43) hampir putus asa, seorang ibu rumah tangga yang juga Istri dari pensiunan pekerja swasta yang mengalami gangguan akut pada kesehatan ginjalnya, sehingga akhirnya  sejak tahun 2014 Siti memutuskan mendaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) BPJS Kesehatan.

 

Saat ditemui tim Jamkesnews di kediamannya di Perumahan Bumi Agung Kota Serang, Selasa (04/12), Siti menceritakan manfaat program JKN-KIS yang selama ini dirasakannya.

 

Sejak divonis mengalamai gangguan ginjal akut oleh dokter 8 tahun silam, dirinya bersama almarhum suami mengaku sudah menghabiskan ratusan juta untuk melakukan cuci darah.  

 

Gagal ginjal merupakan kondisi saat  ginjal kehilangan kemampuannya untuk menyaring cairan dan sisa-sisa makanan. Ketika kondisi ini terjadi, kadar racun dan cairan berbahaya akan terkumpul di dalam tubuh dan dapat berakibat fatal jika tidak diobati.

 

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur sekali dengan adanya program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan. Selama berobat dengan menggunakan kartu JKN-KIS, saya tidak pernah mendapat perbedaan pelayanan kesehatan dari pasien umum ataupun yang berbeda kelas perawatan di rumah sakit,” ungkap Siti.

 

Saat ditanya bagaimana jika program JKN-KIS ini diberhentikan atau tidak berlangsung lagi, Siti mengungkapkan rasa sedihnya jika Program JKN-KIS ini tidak berjalan lagi.

 

“Akan menjadi musibah bagi saya jika program JKN-KIS ini ditiadakan karena sangat membantu sekali. Sebagai contoh, untuk sekali cuci darah saja memakan biaya sekitar 1 sampai 1,2 juta rupiah, kalau tidak ada Program JKN-KIS, mungkin saya bisa jual rumah untuk pengobatan. Tidak hanya saya, tapi pasti akan ada jutaan hati yang menangis. Terutama bagi mereka dan para kerabatnya yang selama ini pengobatannya dijamin Program JKN-KIS. Biaya pengobatan sangat mahal saat ini, bahkan yang kaya raya pun bisa jatuh miskin karena harus menanggung biaya pengobatan yang tidak murah. Semoga saja masyarakat Indonesia menyadari untuk terus membayar iuran tepat waktu agar Program JKN-KIS ini dapat terus berlangsung,” ungkap Siti.

 

Siti juga menambahkan,  ia sangat berterima kasih kepada  peserta JKN-KIS  yang sadar dan membayar iuran tepat waktu. Karena iuran dari peserta yang sehatlah yang membantu peserta lain yang sakit dan membutuhkan biaya pengobatan. Dengan adanya program JKN-KIS ini peserta bisa berobat dengan tenang dan nyaman tanpa harus memikirkan biaya mahal lagi.  

 

“Dengan gotong royong dari seluruh rakyat indonesia dan Pemerintah, Program JKN-KIS pasti akan terus berjalan dan memberi manfaat kepada ratusan juta Peserta JKN-KIS,” pungkas Siti. (FR/mj)


File :