JKN-KIS, Setia Menemani Di Saat Tersulit

Penulis : Humas Dibaca : 248 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 18 Jan 2019 09:07:51

 Gunungsitoli (18/01/2019) – Kesehatan akan berharga setelah kita kehilangannya. Demikian  pepatah bijak  seorang penulis sekaligus jurnalis terkenal dari Amerika  yang bernama James Thurber. Isu tentang pentingnya kesehatan dan mahalnya biaya pengobatan memang selalu menjadi perbincangan yang hangat, namun demikian kelahiran Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan diyakini telah memberikan perubahan besar bagi perjalanan jaminan kesehatan di Indonesia.

 

Adalah seorang peserta JKN-KIS, Rodina Lahagu, yang saat ini sedang mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Gunungsitoli karena penyakit tumor yang dideritanya. Wanita yang sehari-harinya bekerja sebagai petani ini harus berjuang menghidupi 6 orang anak tanpa suami karena telah meninggal dunia. Kondisi penyakit yang dideritanya sebenarnya telah berlangsung cukup lama, sekitar 3 tahun. Namun ia mengaku bingung bagaimana jika dirinya harus menjalani operasi dan tidak dapat bekerja selama beberapa waktu. Di sisi lain, Rodina juga memikirkan meskipun telah memiliki kartu JKN-KIS, ia kuatir  masih tetap harus membayar mengingat biaya pengobatan untuk tumor pasti sangat mahal sekali, sementara untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya saja ia kesulitan.

 

“Awalnya saya ragu untuk berobat ke rumah sakit, karena saya berpikir bagaimana saya berobat jika tidak ada biaya. Belum lagi saya harus tidak bekerja untuk beberapa waktu, mau makan apa kami. Karena rasa sakit yang saya derita terus bertambah, akhirnya saya pun memutuskan untuk berobat. Tentunya keputusan ini saya ambil karena ada dukungan dari keluarga dan kerabat di sekitar saya yang terus menguatkan dan meyakinkan saya untuk segera berobat," kisahnya.

 

Pada saat itu tetangga Rodina memang terus menyarankan ia untuk berobat. Mereka menjelaskan agar Rodina tidak perlu ragu berobat walaupun biayanya mahal, apalagi Rodina sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS yang akan menjamin biaya pelayanan kesehatan pesertanya sesuai prosedur yang berlaku.

 

"Mereka menyampaikan bahwa rangkaian pengobatan penyakit saya ini akan ditanggung oleh Program JKN-KIS tanpa saya harus mengeluarkan biaya asalkan saya mengikuti alur dan prosedur pelayanan kesehatan JKN-KIS. Dukungan dari sanak saudara inilah yang telah menguatkan saya hingga saat ini,” aku wanita kelahiran 12 Mei 1964 ini.

 

Pada saat menjalani pengobatan, Rodina mengungkapkan bahwa selama perawatan dan pengobatan di rumah sakit sama sekali tidak menemui kesulitan ketika menggunakan kartu JKN-KIS.

 

“Saya mendatangi Puskesmas tempat saya terdaftar, dan setelah mendapatkan pemeriksaan dari dokter di Puskesmas akhirnya saya dirujuk dan harus segera mendapatkan tindakan medis di RSUD Gunungsitoli. Keesokan harinya saya ke RSUD, di sana saya segera ditangani oleh tim medis. Di hari kedua perawatan,  tim medis melakukan operasi pengangkatan tumor yang ada di lengan sebelah kanan saya. Dan setelah selesai sama sekali tidak ada biaya yang ditagihkan ke kami. Saya sangat lega serta bersyukur menjadi peserta JKN-KIS,” ungkap Rodina.

 

Kepada tim Jamkesnews, ia mengaku tak dapat membayangkan jika seluruh biaya pengobatannya tersebut dibebankan kepadanya. Hanya ucapan terima kasih yang dapat ia sampaikan kepada seluruh peserta JKN-KIS yang telah bergotong royong membayar iuran agar peserta JKN-KIS yang sedang sakit seperti dirinya dapat dijamin biaya pelayanannya. Ia juga berharap agar seluruh peserta ikhlas untuk terus bergotong royong membantu sesama. (HF/ty)



File :