Berjuang Dengan JKN-KIS, Mhey Sembuh Dari Kista Ovarium

Penulis : Humas Dibaca : 3356 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 09 Feb 2019 00:00:00

Gorontalo (09/02/2019) –  Mhey Palamani (32) adalah seorang ibu rumah tangga yang mengurusi semua keperluan keluarganya. Ia sangat menikmati perannya itu, apalagi keluarganya selama ini hidup harmonis dan bahagia.

 

Kebahagiannya sedikit terkoyak ketika pada suatu hari Mhey merasakan sakit yang teramat sangat di perutnya yang  membuatnya tidak nyaman. Karena sudah tidak tahan dan sering merasakan sakit maka ia  akhirnya  memeriksakan dirinya ke dokter. Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, Mhey divonis dokter menderita kista ovarium.

 

“Saat mendengar hasil vonis dokter, saya merasa hidup ini akan berakhir, seperti tidak ada harapan. Yang pasti saya sedih dan takut sekali, yang ada dibenak saya hanyalah perasaan kecewa, sedih dan putus asa. Namun beruntung keluarga menguatkan saya dan mengingatkan saya untuk bertawakal kepada Allah sehingga saya pun perlahan menjadi kuat menerima vonis dokter. Dukungan suami dan keluarga besar benar-benar menguatkan tekad saya untuk menjalani pengobatan dan keinginan untuk sembuh,” ujar Mhey yang tinggal di Padebuolo Kota Gorontalo.

 

Penyakit kista ovarium tentu saja akan mengeluarkan biaya yang sangat besar karena harus menjalani operasi dan kemoterapi.  Namun dengan kartu JKN-KIS yang dimiliki Mhey, kekhawatiran akan biaya pengobatan dapat teratasi.

 

“Setelah mendapat dukungan yang luar biasa dari keluarga besar, satu masalah lagi yang harus saya lewati saat itu adalah masalah biaya. Namun beruntungnya saya sudah menjadi peserta JKN-KIS mandiri kelas 1 sejak tahun 2015 dan tidak pernah terlambat membayar iuran, sehingga kami tidak khawatir akan biayanya dan saya bisa fokus pada penyembuhan penyakit saya. Sungguh saya terharu, sejak tahun 2015 saya selalu bayar rutin dan alhamdulillah tidak pernah sakit. Ternyata iuran yang saya bayarkan itu untuk membantu peserta lain yang sakit dan membutuhkan biaya pengobatan. Dan Saat saya sakit serta memerlukan pengobatan saya baru sadar bahwa iuran peserta lain yang sehat yang membantu biaya pengobatan saya. Jadi yang tadinya saya membantu peserta lain yang sakit dengan membayar iuran tepat waktu, kini malah sebaliknya saya dibantu peserta lain untuk pengobatan saya melalui iuran yang mereka bayarkan,” tambah Mhey.

 

Masa pengobatan selama berbulan-bulan pun dilewati Mhey dengan sabar  sampai dirinya  menjalani operasi pengangkatan kista  dan melakukan kemoterapi rutin selama 6 bulan. Ia membayangkan berapa besar biaya untuk pengobatannya tersebut, pasti akan menghabiskan ratusan juta rupiah. Dan dari total biaya pengobatannya tersebut sudah pasti semuanya ditolong berkat iuran peserta JKN-KIS lainnya yang sehat. Pada akhirnya dengan sistem gotong royong yang dianut oleh program JKN-KIS, Mhey dan juga jutaan peserta JKN-KIS lainnya bisa melewati semua kendala pembiayaan kesehatan.

 

“Alhamdulillah saya sudah sembuh karena kebaikan Allah, dukungan keluarga besar dan tentu saja

File :