Cuci Darah Tanpa Menguras Dompet Dengan JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 310 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 17 Feb 2019 00:00:00

“Terima kasih JKN-KIS. Tanpa program ini saya yakin tidak mampu melakukan hemodialisa. Saya pernah menggunakan biaya sendiri untuk hemodialisa dan itu sangat menguras isi dompet.”

 

Bogor (17/02/2019) - Elmi Suzana (42) sudah rutin melakukan hemodialisa alias cuci darah 4 kali dalam sebulan sebelum ada Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

 

“Pengobatan cuci darah rutin harus saya lakukan seminggu sekali atau 4 kali dalam sebulan. Sekali cuci darah biayanya bisa mencapai sekitar 900 ribu sampai 1 jutaan, dan itu harus saya bayar sendiri karena kala itu belum ada program JKN-KIS untuk seluruh masyarakat Indonesia.  Jadi bisa dibayangkan kalau sebulan 4 kali cuci darah tentunya biayanya sangat besar. Saya merasakan saat itu sangat berat tanpa ada JKN-KIS. Sudah harus memikirkan penyakit dan masih harus juga memikirkan biayanya yang sangat mahal,” cerita Elmi saat ditemui di ruang perawatan Rumah Sakit PMI Kota Bogor, Rabu (13/02)

 

Namun kini dengan hadirnya program JKN-KIS di tahun 2014 Elmi merasa sangat terbantu dan tenang. Ia pun selalu membayar iuran tepat waktu. Elmi juga mengapresiasi pelayanan kesehatan yang ada di Kota Bogor. Menurutnya selama menjalani cuci darah, Elmi tidak pernah mendapatkan perbedaan pelayanan dengan pasien umum.  Perawat dan petugasnya juga sangat ramah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.

 

“Saya sudah cukup lama menjalani pengobatan rutin cuci darah di rumah sakit ini dan kini tidak perlu merasa khawatir terkait biaya pengobatannya. Semua dijamin oleh BPJS Kesehatan sehingga saya bisa fokus memperhatikan kesehatan saya saja. Bersukur sekali ada Program JKN-KIS yang sangat membantu,” ucap Elmi.

 

Selain merasa terbantu dengan Program JKN-KIS, Elmi juga mengapresiasi peserta JKN-KIS yang selalu rutin membayar iuran.

 

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada peserta yang telah membayar iuran rutin setiap bulannya walau mereka sendiri mungkin tidak pernah memanfaatkan pelayanan kesehatan dari JKN-KIS. Inilah yang dinamakan gotong royong yang sesungguhnya. Iuran dari peserta yang sehat untuk membantu biaya berobat peserta lain yang sakit. Peran serta semua kalangan dalam pelaksanaan Program JKN-KIS ini menjadi kebaikan bagi kita semua. Semoga semua masyarakat dapat menjadi peserta JKN-KIS agar terjamin kesehatannya dan dapat menolong sesama,” tutupnya.(hr)



File :