Thalassemia Tak Surutkan Keceriaan Supyan, Apalagi Ada JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 204 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 05 Mar 2019 10:19:06

 

Cianjur (05/03/2019) - Sakit tak memandang waktu dan usia, kepolosan masa kecil anak-anak pun tak luput dari cobaan jika sakit datang.  Seperti yang dihadapi oleh M. Supyan Sauri (12), warga Desa Cijedil Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur ini adalah salah satu peserta JKN-KIS Penerima Bantuan Iuran dari pemerintah daerah yang menderita thalassemia. Ia ditemui oleh tim Jamkesnews di ruang transfusi darah RSUD Sayang Kabupaten Cianjur pada Senin (04/03).

 

“Waktu umur 3 bulan saya perhatikan Supyan teh kelihatannya lemas terus. Lalu setelah saya bawa berobat ke dokter, diperiksa di laboratorium, ternyata hasil haemoglobinnya rendah. Akhirnya Supyan  dirujuk ke rumah sakit, diperiksa lebih lanjut. Nah, dokter spesialis anak bilang sakitnya kena thalassemia dan harus transfusi darah rutin,” tutur ibunda Supyan, Ai Samsiah, menceritakan awal mula Supyan didiagnosa thalassemia oleh dokter.

 

Dari awal rutin menjalani transfusi darah di umur 7 bulan sampai dengan 6 tahun, Supyan mendapatkan jadwal satu kali dalam satu bulan. Akan tetapi saat masuk sekolah dasar kelas satu Supyan harus melakukan tranfusi sebulan dua kali, atau setiap dua minggu sekali.

 

Kala ditanya mengenai biaya pelayanan tranfusi darah untuk Supyan selama ini, Ai mengatakan bahwa hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membuka akses pelayanan kesehatan yang Supyan butuhkan. Dengan JKN-KIS, semuanya terjamin dan tidak ada biaya lain yang harus dibayar.

 

“Dari tahun 2014 keluarga saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Alhamdulillah sekali ada program ini, kami tidak khawatir lagi tentang biaya rumah sakit. Bayangkan saja, Supyan sudah di transfusi darah sejak umur 7 bulan. Berarti sudah bertahun-tahun kami dibantu terus oleh JKN-KIS. Kalau harus bayar sendiri pasti berat sekali, uang darimana?,” ungkap Ai.

 

Pelayanan yang didapatkan Supyan selama menjalani  tranfusi darah juga dirasakan sangat baik oleh Ai. Terlebih menangani anak-anak yang masih dalam usia tumbuh kembang.

 

“Petugas rumah sakitnya telaten dan sabar melayani, tidak ada perbedaan semua dilayani dengan baik,” kata Ai.

 

Bagi Supyan dengan kondisi thalassemia  yang sudah menjadi bagian hidupnya tersebut tidak menghalangi kesehariannya menikmati masa kecil seperti anak-anak seusianya. Ia masih tetap melakukan aktivitas seperti anak yang lainnya walaupun harus tetap dalam pengawasan orang tuanya. Melihat Supyan selalu semangat dan ceria menjalani hari dengan sekolah dan bermain, Ai pun merasa tenang dan lega, apalagi ada JKN-KIS yang menjamin biaya pengobatannya. tak ada kata yang dapat diungkapkannya lagi selain rasa syukur dan terima kasih dengan kehadiran program JKN-KIS.

 

”Saya dan keluarga dapat bernafas lega, manfaat JKN-KIS tidak ternilai. Terima kasih, terutama untuk para peserta JKN-KIS lainnya yang sehat dan rutin membayar iuran untuk membantu sesama,” kata Ai. (ne)



File :