Kisah Nolly, Pasang Ring Jantung Menggunakan Kartu JKN-KIS Tanpa Biaya

Penulis : Humas Dibaca : 350 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 17 Mar 2019 00:00:00

Muara Enim (18/03/2019) - Sakit memang tak pandang usia maupun status sosial. Ia bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Adalah Nolly Noer Amien, pria berusia 56 tahun ini kini menjabat sebagai Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Nolly, begitu sapaan akrabnya, juga tak luput dari sakit. Ia bahkan pernah merasakan pertaruhan antara hidup dan mati ketika penyakit gagal jantung menyerangnya. Nolly tak kuasa bergerak maupun berjalan, bahkan ia sudah tak sadarkan diri.

 

"Ketika tersadar, saya merasa seperti orang bangun tidur. Saya bingung, saya berada di mana. Lalu dokter menceritakan bahwa saya mengalami penurunan kesadaran dan telah dipasang ring jantung. Sama sekali tidak dipungut biaya. Ya karena saya ikuti semua prosedur sesuai aturan program JKN-KIS," kata pria yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS kelas I ini kepada Jamkesnews, Senin (04/03).

 

Sewaktu sakit, posisinya saat itu tengah berada di Muara Enim, sehingga ia dibawa ke RSUD HM. Rabain Kab. Muara Enim. Dari sana, ia lantas dirujuk ke RSMH Palembang dan dirawat di ruang ICU selama 2 minggu. Kemudian ia dirujuk lagi ke RSCM Jakarta.

 

"Di RSCM, saya dipasang ring. Alhamdulillah, kondisi saya jauh lebih baik. Karena saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, sama sekali tidak dipungut biaya. Kalau tidak, pastinya akan banyak uang pribadi yang harus dikeluarkan. Secara keseluruhan saya merasa puas dengan JKN-KIS,dari kondisi sakit menjadi sehat, itu adalah tolak ukur yang paling nyata," begitu Nolly mengisahkan dengan antusias.

 

Nolly memahami nilai gotong royong yang menjadi slogan dalam penyelenggaraan program JKN-KIS ini, dan hal ini sudah berjalan dengan baik.  Menurutnya, kepesertaan JKN-KIS ini tidak ada batasan status sosial. Orang kaya maupun miskin berhak menjadi peserta dan memperoleh manfaat dari program JKN-KIS. Nolly pun berharap agar BPJS Kesehatan senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan.

 

"Kalau ditanya soal harapan, yang jelas semua pasti berharap agar program JKN-KIS menjadi lebih baik. BPJS Kesehatan bersama-sama dengan seluruh fasilitas kesehatan secara berkesinambungan selalu meningkatkan layanan dari yang sudah baik menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.

 

Nolly beserta istri merasa sangat bersyukur dan berterima kasih dengan adanya Program JKN-KIS. Mereka menyadari bahwa tanpa partisipasi serta bantuan dari peserta JKN-KIS lainnya, mungkin kondisinya tidak akan sebaik sekarang ini.

 

"Seharusnya biaya pasang ring jantung bisa mencapai ratusan juta rupiah, namun saya bisa pasang ring jantung tanpa biaya sedikit pun karena sudah bergabung dalam Program JKN-KIS. Terima kasih BPJS Kesehatan dan peserta JKN-KIS, sehingga saya bisa sehat dan dapat beraktivitas kembali,” ungkap Nolly. (RW/df)



File :